Minggu, 26 Mei 2019 19:01 WIB

Dilema Pemudik Jelang Lebaran, Lanjut Puasa Atau Batal di Jalan?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Aktivitas pemudik di Terminal Kampung Rambutan (Foto: Rifkianto Nugroho) Aktivitas pemudik di Terminal Kampung Rambutan (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Tradisi mudik atau pulang kampung menjelang Lebaran selalu disambut gembira. Namun ada dilema di balik kegembiraan pemudik, salah satunya hendak batal atau lanjut puasa.

Bagi Aini yang hendak mudik ke Palembang, pilihan jatuh pada batal puasa. Aini harus menempuh perjalanan lebih dari 12 jam dengan bus dari Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

"Suka pegel di jalan karena duduk terus. Punggung dan lutut rasanya sakit semua. Belum lagi perut kadang terasa nggak nyaman," kata Aini yang kini berusia 50 tahun pada detikHealth.



Sebelumnya Aini yang tinggal di Cisarua, Bogor juga harus naik bus menuju Terminal Kampung Rambutan. Aini remcananya naik bus yang berangkat pukul 14.00 yang akan tiba jam 07.00 keesokan harinya bila tak ada hambatan.

Aini sendiri sebelumnya memang punya gangguan maag. Dia harus minum obat rutin saat sahur dan buka supaya bisa berpuasa dengan baik. Idealnya Aini bisa terus berpuasa tanpa hambatan.

Namun lamanya perjalanan kerap kali menguras energi Aini. Demi harapan berlebaran dalam kondisi baik dan sehat, Aini mempertimbangkan mengganti puasa di hari lain.



Berbeda dengan Aini, Rina optimistis masih bisa melanjutkan puasa. Rina yang berusia 35 tahun akan mudik ke Semarang menggunakan kereta. Rina mudik bersama keluarganya.

"Masih lanjut puasa lah mbak. Saya juga nggak ngerasa ada gangguan apa-apa. Semoga bisa terus puasa sampai nanti di kampung," kata Rina ditemui di Stasiun Gambir.



Menanggapi kondisi tersebut, dokter Nancy Yunita dari Tim Bankes Posko Kesehatan Terminal Kampung Rambutan menyarankan penumpang mempertimbangkan dengan baik bila hendak lanjut puasa saat mudik. Kesehatan tentunya harus jadi prioritas utama.

"Jika mau lanjut puasa, pastikan pilih sahur dengan asupan gizi berimbang. Kecukupan cairan juga harus dijaga sehingga tidak dehidrasi saat puasa. Yang penting fungsi tubuh jangan terganggu," kata dokter Nancy.

Fungsi tubuh yang tetap terjaga memungkinkan pemudik tetap fokus selama perjalanan. Tetap fokus juga memungkinkan pemudik terhindar dari berbagai tindak kejahatan selama mudik.Hasilnya pemudik bisa sampai kampung halaman dengan sehat dan selamat.



Dilema Pemudik Jelang Lebaran, Lanjut Puasa Atau Batal di Jalan?
(up/up)
News Feed