Senin, 27 Mei 2019 18:55 WIB

Saran Psikolog Soal Viral 'Istri Yang Hebat' BKKBN yang Dianggap Patriarki

Rosmha Widiyani - detikHealth
Unggahan BKKBN di media sosial menuai protes karena dinilai bermuatan patriarki. (Foto ilustrasi: BKKBN) Unggahan BKKBN di media sosial menuai protes karena dinilai bermuatan patriarki. (Foto ilustrasi: BKKBN)
Jakarta - Konten milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di media sosial mendapat protes dari warga net. Konten tersebut dinilai bermuatan patriarki yang menonjolkan dominasi suami atau laki-laki.

"Dalam konten tersebut, istri diposisikan bukan sebagai pribadi yang mandiri sebagai dirinya sendiri. Kebaikan dan sukses istri bergantung pada penilaian suami, sehingga menjadi terlalu subjektif," ujar psikolog Ratih Ibrahim pada detikHealth, Senin (27/5/2019).


Konten tersebut sebaiknya diperbaiki supaya kedudukan suami dan istri seimbang dalam keluarga. Seorang istri tidak seharusnya hanya menjadi penghias rumah, apalagi sekadar dayang-dayang suami.

"Seorang istri terlalu berharga untuk sekadar jadi dayang dan penghias rumah. Perbaikan konten harus menyediakan ruang tumbuh bagi istri untuk menjadi pribadi yang sehat dan gembira," kata Ratih.

Berikut 5 poin perbaikan yang diusulkan untuk konten Istri Yang Hebat.

1. Beriman kepada Allah SWT

2. Mencintai dan setia kepada suami dan keluarganya

3. Menjadi pasangan sejati bagi suaminya dan bahagia bersama

4. Membantu suaminya menjadi pribadi yang lebih baik sebagai ayah dan pendamping hidup

5. Senantiasa mau belajar, cerdas, dan mandiri.

(up/up)