Selasa, 28 Mei 2019 12:01 WIB

Bagaimana Keracunan Makanan Bisa Sampai Menyebabkan Kematian?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Keracunan massal terjadi di Wonogiri usai makan ayam kremes. Foto: Aris Arianto/detikcom Keracunan massal terjadi di Wonogiri usai makan ayam kremes. Foto: Aris Arianto/detikcom
Jakarta - Keracunan massal terjadi pada warga Kecamatan Baturetno, Wonogiri usai menyantap nasi dibungkus kardus berisi ayam goreng kremes, sambal dan lalapan pada Minggu (26/5) malam. Hingga kini tercatat 67 korban yang terdiri dari 14 pasien rawat jalan dan 53 pasien rawat inap serta satu korban meninggal.

"Kami terus laporkan perkembangan terkini, sampai pagi ini jumlah korban mencapai 67 orang, korban meninggal 1 orang. Sementara makanan yang dipesan dalam kenduri sekitar 100 porsi," sebut Kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Adhi Dharma kepada wartawan melalui pesan singkat, Selasa (28/5/2019).

Salah seorang warga mengatakan empat anggota keluarganya yang mengkonsumsi makanan dari kenduri mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, mulas, dan diare. Nasi ayam goreng kremes tersebut adalah sajian kenduri 40 hari meninggalnya warga setempat yang dipesan keluarga sebanyak 100 porsi dan masih diselidiki apa yang menyebabkan keracunan tersebut.

Keracunan makanan merupakan hal yang biasa terjadi, disebabkan oleh organisme penyebab keracunan bernama B. cereus. B. cereus bisa menyebabkan berbagai macam gejala mulai diare hingga komplikasi kerusakan hati dan bahkan kematian, dikutip dari Men's Health.


"Beberapa bakteri mulai dari salmonella hingga E. coli (bisa menyebabkan kematian). Umumnya orang tidak akan separah itu jika terinfeksi salmonella, dalam kasus yang lebih lanjut saat bakteri masuk ke saluran pencernaan dan masuk ke aliran darah, maka mereka butuh antibiotik segera. Gejalanya beragam mulai sakit perut, BAB berdarah, mual dan muntah dalam jangka waktu lama," tutur Jaclyn Reutens, ahli diet di Aptima Nutrition.

Dehidrasi juga merupakan salah satu komplikasi yang umum terjadi saat seseorang keracunan makanan. Seluruh sel di tubuh kita membutuhkan cairan untuk bisa berfungsi. Jaclyn menyebutkan jika organ tubuh tak bisa berfungsi maka fungsi tubuh juga akan menurun dan tidak bisa kembali seperti semula.

Demam tinggi biasanya mengindikasikan adanya inflamasi dan infeksi yang terjadi. Dan apabila bakteri masuk ke dalam darah dan menuju ke organ vital seperti otak, hati, dan jantung, maka bisa terjadi keracunan darah yang bisa mematikan semua sistem tubuh.

Faktor penting yang membuat seseorang bisa meninggal akibat keracunan makanan adalah daya tahan tubuh mereka dan jumlah bakteri yang tertelan. Kemudian bayi, lansia, orang dengan gangguan imun atau penyakit kronis, dan ibu hamil merupakan kelompok yang rentan dehidrasi parah dan bisa berlanjut fatal.



Simak Juga 'Seruput Es Jeruk Habis Makan Udang Bikin Keracunan?':

[Gambas:Video 20detik]

(frp/up)