Selasa, 28 Mei 2019 13:09 WIB

BKKBN Sulsel Masih Pajang Konten Berbau Patriarki 'Istri yang Hebat'

Muhammad Taufiqqurahman - detikHealth
Konten ini memicu kontroversi karena dinilai patriarki (Foto: Instagram) Konten ini memicu kontroversi karena dinilai patriarki (Foto: Instagram)
Makassar - Di media sosial ramai perbincangan soal konten yang memuat 5 kategori 'Istri yang Hebat' berlogo BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) yang dianggap berbau patriarki. Meski kampanye ini resmi diturunkan, namun terlihat BKKBN provinsi Sulawesi Selatan masih memposting pesan itu.

Dilihat dilaman Instagram BKKBN Sulsel, Selasa (28/5/2019), pukul 12.53 Wita, konten berjudul 'Dibalik Suami Sukses Ada Istri Yang Hebat' masih terlihat.

Dalam konten berjudul 'Dibalik Suami Sukses Ada Istri Yang Hebat' disebutkan bahwa seorang istri harus taat kepada Allah SWT, mampu menjaga aib rahasia suami, tidak mudah marah pada suami, bisa menyenangkan hati suami, dan menerima dan menghargai suami.

Tiga poin terakhir terutama dianggap tidak sejalan dengan konsep keluarga, yang perlu kerja sama dan saling melengkapi antara suami dan istri.

"Saya akan segera turunkan postingan itu," kata Kepala BKKBN Sulsel, Rini Riatika Djohari saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (28/5/2019).



Rini mengatakan jika permintaan penurunan postingan tersebut adalah perintah dari pusat, maka pihaknya segera akan menindaklanjutinya.

"Kalau itu dari Pusat, kita ikut deh," kata dia singkat.

Sebelumnya, Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal mengkonfirmasi bahwa memang benar konten tersebut adalah hasil karya tim kreatif BKKBN. Setelah koordinasi antara pimpinan dengan tim kreatif, konten sudah dihapus dari halaman media sosial resmi BKKBN.

"Alhamdulillah itu sudah kita turunkan. Beritanya memang sedikit agak kontraversi, tapi itu bagian sebenarnya dari tim kreatif kita untuk mengelaborasi delapan fungsi keluarga," kata Nofrijal saat ditemui di kantor BKKBN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Selasa (28/5/2019).

"Tapi memang kurang bijak karena kita tidak terpikirkan bahwa tidak semua bisa kita jadikan pasar daripada peran-peran suami yang sedikit tidak seimbang," pungkasnya.

(fiq/up)