Rabu, 29 Mei 2019 07:38 WIB

Merokok 3 Bungkus Sehari, Gas CO di Paru Setara Hirup Knalpot

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi merokok. Foto: detik Ilustrasi merokok. Foto: detik
Jakarta - Merokok masih menjadi kebiasaan buruk yang dilakukan oleh sebagian besar masyarakat meski mereka sudah mengetahui dampak atau akibat yang ditimbulkan dari perilaku tersebut.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Dr dr Agus Dwi Susanto, SpP(K) mengatakan merokok seperti menyalakan dinamit atau bom waktu. Seseorang tidak akan tahu kerusakannya dimana dan kapan tapi pasti akan membahayakan kesehatan.

"Saya tidak bisa mengatakan dia akan kena sakit apa. Bisa saja kanker atau PPOK (penyakit paru obstruktif kronik). Bisa 5 atau 10 tahun lagi. Yang jelas, mereka akan terkena dampaknya," ujarnya saat dijumpai di Kantor Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (27/5/2019).


dr Agus menuturkan ada kurang lebih 6.000 bahan kimia di rokok, 60 persen dari itu adalah karsinogen. Merokok mengandung tar, nikotin, karbon dioksida dan bahan berbahaya lainnya yang akan sangat mengganggu kerja tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

"Pada perokok berat yang merokok 3 bungkus sehari, kadar CO nya 50 ppm yang sama dengan menghirup asap knalpot," tambahnya.

Selain itu, rokok juga mengandung nikotin dan zat lainnya yang akan menetap di dalam tubuh sehingga jika dibiarkan akan menimbulkan kerusakan yang tak bisa disembuhkan lagi.

"Merokok menyebabkan penyempitan saluran napas kronik yang (napasnya-red) berbunyi seperti orang asma tapi nggak bisa disembuhkan karena sudah permanen akibat dari kebiasaan merokok," pungkasnya.



(kna/up)