Rabu, 29 Mei 2019 15:02 WIB

Terkait Zombie, Bisakah Kita Membangkitkan Orang yang Sudah Meninggal?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Dalam kehidupan nyata, mungkinkah kita menciptakan zombie? (Foto: Thinkstock) Dalam kehidupan nyata, mungkinkah kita menciptakan 'zombie'? (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ada banyak hal di dalam hidup yang bersifat permanen, salah satunya kematian. Namun itu tidak menghentikan sebagian besar dari kita untuk membayangkan seperti apa hidup ini jika kematian hanya sementara.

Telah banyak tontonan yang memperlihatkan fenomena terkait zombie, mayat yang dihidupkan kembali dari kematian untuk melahap mereka yang masih hidup.

Seperti yang kita tahu, zombie memang tidaklah nyata. Tetapi mayat yang dihidupkan kembali bukan isapan jempol belaka. Banyak ilmuwan yang telah mencoba memulihkan kehidupan orang mati yang dilakukan semejak ratusan tahun silam.

Pada tahun 1880, fisikawan Giovanni Aldini mendadak terkenal karena demonstrasi spektakulernya tentang menghidupkan kembali mayat manusia dan hewan dengan merangsang mereka menggunakan kejutan listrik yang kuat. Caranya yakni menghubungkan baterai ke manusia atau hewan yang terpotong dan menyebabkan mayat berguncang seolah hidup kembali.

Para hadirin terpesona, padahal sebenarnya makhluk itu tidak pernah hidup kembali. Aldini tahu dia tidak menghidupkan kembali yang mati. Meski demikian masih banyak ilmuwan yang mencoba melakukannya.



Zombie tentu saja hal yang tidak nyata, tetapi beberapa studi kasus yang luar biasa menunjukkan bahwa beberapa kemunculan kebangkitan 'spontan' mungkin terjadi.

Dikutip dari Live Science, pada tahun 2011, seorang wanita berumur 46 tahun bernama Kelly Dwyer jatuh ke kolam beku saat hilang di New Hampsihe. Jantung Dwyer berhenti sebelum ambulans dapat mencapai dirinya dan suhu tubuhnya turun mendekati 15 derajat Celsius.

Saat itu, Dwyer telah mati selama 5 jam ketika dokter mengembalikannya dengan alat pompa jantung sehingga jantungnya berdetak kembali. Dia bukan zombie, tetapi dalam arti tertentu, dia telah kembali dari kematian.



"Cukup banyak orang yang hidup kembali secara spontan beberapa menit setelah serangan jantung yang sering disebut dengan Fenomena Lazarus," demikian dikutip situs tersebut.

Tidak semua orang yang mengalami fenomena Lazarus mendapatkan kembali fungsi neurologis penuh atau tetap hidup lebih lama, tetapi sebuah tinjauan tahun 2007 memperkirakan bahwa sekitar 35% dari pasien fenomena Lazarus kembali ke kehidupan normal dan sehat.

Setelah ratusan tahun percobaan yang gagal, beberapa ilmuwan masih mencoba menghidupkan kembali mayat manusia secara manual. Selama tiga tahun terakhir, Bioquark, Inc, sebuah perusahaan bioteknologi Amerika Serikat, telah berusaha merekrut 20 pasien yang mati secara klinis untuk percobaan membalikkan kematian otak.

Meski demikian studi ini telah menerima banyak kritik dari komunitas ilmiah dengan memberikan ujaran seperti percobaan tersebut layaknya bermain dengan dukun atau 'mati berarti sudah mati'.

Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa kematian bersifat permanen dan tidak ada yang dapat menghidupkan manusia yang telah mati kecuali mengalami fenomena Lazarus yang terbilang amat jarang.

(kna/up)
News Feed