Minggu, 02 Jun 2019 04:05 WIB

Ada yang Ngaku Ditagih Warung 'Begal' Rp 1,7 Juta, Psikolog: Tanya Harga Dulu!

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ingat untuk tanya harga makanan saat mudik agar tak kena ketok harga. (Foto ilustrasi: detikFood, tidak terkait isi artikel) Ingat untuk tanya harga makanan saat mudik agar tak kena 'ketok harga'. (Foto ilustrasi: detikFood, tidak terkait isi artikel)
Jakarta -
Kejadian 'ketok harga' saat mampir makan saat perjalanan mudik di sejumlah tempat makan sering jadi cerita pendamping ketika pulang kampung. Bahkan ada yang mengaku dikenakan bon yang tertera Rp 1.755.000 untuk 3 kakap bakar, 2 porsi udang, 3 porsi cumi, 1 burung dara, dan 4 cah kangkung. Nasi dan minum saja sudah habis Rp 175 ribu sendiri!

"Dengan harga segitu mah bisa makan all you can eat ber 4 di hotel bintang 5 masih dapet kembalian lagi," komentar salah satu warganet.

Baru-baru ini, sebuah warung makan di kawasan Tegal, Jawa Tengah juga bikin heboh netizen karena disebut melakukan ketok harga makanan. Namun klarifikasi lebih jelas mengenai kasus ini belum berhasil detikcom dapatkan.

Fenomena 'ketok harga' sebenarnya bukan hal yang asing saat mudik. Nah karena itu, Veronica Adesla, psikolog klinis dari personal Growth memberikan sarannya untuk kamu ketika ingin mampir makan di warung saat perjalanan mudik.
"Sebenarnya dalam konsep jual beli, pembeli harus tahu dan sepakat dulu dengan barang atau makanan minuman yang hendak dibeli termasuk harganya sebelum membeli atau mengkonsumsinya (memakan meminumnya). Kalau sampai pembeli sudah makan dan minum sebelum bertanya harga, artinya pembeli sudah memperoleh haknya (makan minum) maka ia harus memenuhi kewajibannya untuk membayar makanan dan minuman tersebut sesuai tarif penjual (yang belum pembeli ketahui)," ujar Veronica.

"Maka jika demikian, bila ketika membayar harganya luar biasa maka tidak sepenuhnya salah penjual meskipun secara fakta, kenaikannya tidak kira-kira membuat miris, dompet tipis, dan hati kesal akibat aji mumpung," lanjutnya.

Meski naiknya harga suka bikin kaget, Veronica beranggapan ini tidak tepat bila disebut sebagai pemerasan karena arti kata dari pemerasan sendiri adalah meminta uang dan jenis lain dengan ancaman. Sementara dalam kasus seperti di atas, pembeli dengan keinginan sendiri memakan ataupun meminum dagangan yang tersedia tanpa paksaan.

"Maka.... yuk! Tanya dulu harganya dan sepakati harga bersama sebelum membeli," tandasnya.
(ask/up)
News Feed