Senin, 03 Jun 2019 15:41 WIB

Kenapa Kanker Darah Bu Ani Bisa Memburuk dengan Sangat Cepat?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ani Yudhoyono berpulang 4 bulan setelah terdiagnosis blood cancer atau kanker darah (Foto: Rifkianto Nugroho) Ani Yudhoyono berpulang 4 bulan setelah terdiagnosis blood cancer atau kanker darah (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Perjalanan penyakit kanker darah Hj Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono terbilang sangat cepat. Terdiagnosis awal Februari 2019, Bu Ani akhirnya berpulang setelah berjuang sekitar empat bulan melawan penyakit tersebut.

Beberapa jenis kanker darah memang memiliki sifat progresif atau memburuk dengan cepat. Salah satunya Acute Myeloid Leukemia (AML), jenis kanker darah leukemia akut yang banyak ditemukan pada usia 40-50 tahun.

"Khusus untuk leukemia akut tipe AML pasien usia 65-74 tahun, ada satu laporan dari USA yang menyatakan angka survival pasien pada 12 bulan, 24 bulan, 36 bulan adalah 30 persen, 17 persen, dan 11,7 persen. Bu Ani ternyata hanya bertahan tidak sampai 4 bulan," kata ahli kanker dr Ronald Hukom, SpPD-KHOM.



Cepat atau lambatnya perkembangan penyakit kanker darah dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko. Di antaranya seperti dipaparkan ahli kanker dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM sebagai berikut.

1. Usia
Makin muda usia pasien, peluang bertahan cenderung lebih bagus.

2. Performance status
Pasien yang kondisinya lebih banyak dirawat di tempat tidur dan harus dibantu orang lain untuk melakukan aktivitas, lebih berpeluang untuk memburuk dengan cepat.

3. Komorbiditas
Komorbiditas atau penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, atau obesitas, cenderun memperburuk kondisi kanker darah. "Makin tidak ada co-morbid, angka survival makin baik," kata dr Andhika.

4. Riwayat kemoterapi
Pasien yang pernah mendapatkan paparan obat kemoterapi sebelumnya memiliki kemungkinan lebih besar penyakitnya memburuk.

5. Gangguan darah
Adanya berbagai kelainan darah juga memperburuk kondisi pasien dengan kanker darah.

(up/kna)