Jumat, 07 Jun 2019 17:11 WIB

Putrinya Didiagnosis Sosiopat, Ayahnya Galau Mau Jujur ke Calon Mantu

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ilustrasi ayah yang sedih sang putri didiagnosis sosiopat. Foto: Thinkstock Ilustrasi ayah yang sedih sang putri didiagnosis sosiopat. Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat punya calon mantu yang baik, menyenangkan dan pintar, rasanya bahagia banget ya. Tapi kondisi yang satu ini membuat seorang ayah ditempatkan pada posisi yang membingungkan. Putrinya yang ia sayangi terdiagnosis sosiopat sehingga membuat ia ragu apakah putrinya benar mencintai calon mantunya itu.

Ayah ini berbagi kegalauannya di Reddit secara anonim dan memulai kisahnya dengan sangat menyentuh.

"Saya dapat memiliki hubungan yang baik dengan putri saya dan saya menikmati waktu saya dengannya, tetapi ada satu hal tentang dia yang akan membuat banyak orang tertegun- dia adalah seseorang yang terdiagnosis sosiopat," tulisnya.

Tanda-tanda mulai muncul selama masa kecil putrinya, ia melakukan hal aneh dan bertindak kasar terhadap adik perempuannya. Di sekolah dia sering mengalami kesulitan seperti sering mendapat masalah karena berbohong, berlaku kasar dan hal negatif lainnya.

Singkat cerita, sang putri didiagnosis pada usia 18. Ia pun menjalani terapi yang membuatnya berkembang selama beberapa tahun terakhir.

"Kami telah melakukan beberapa diskusi yang sangat jujur dan mendalam tentang kesehatan mentalnya sejak didiagnosis, dan dia terbuka dengan saya bahwa dia tidak merasakan cinta atau empati terhadap siapa pun, bahkan keluarga," ungkap sang ayah, dikutip dari Mirror UK.


"Ketika dia bertindak sangat sedih dan putus asa atas kematian salah satu teman terdekatnya di pemakaman, dia mengakui kepada saya secara pribadi bahwa dia tidak pernah merasa bersalah dengan apa yang telah ia perbuat, dan bahwa dia merasa 'cukup netral' tentang semuanya," lanjutnya.

Selama hubungannya, wanita itu mengatakan kepada ayahnya bahwa dia tidak berniat memberi tahu pacarnya tentang diagnosisnya itu. Tapi ayahnya merasa dia tidak bisa lagi 'menutup mata'.

"Saya sudah menjelaskan kepadanya bahwa dia perlu mengatakan yang sebenarnya kepadanya sebelum mereka menikah; bahwa ia (kekasih anaknya --red) memiliki hak untuk mengetahui dan mempertimbangkannya; atau saya yang akan memberitahunya; di mana dia selalu menjawab, "Aku tahu kamu tidak akan berani."

"Aku benar-benar akan melakukannya- aku benar-benar menyukai dan menghormati pemuda ini, dan akan merasa tidak enak menyimpan 'rahasia' ini darinya, dan membiarkannya memasuki pernikahan tanpa tahu akan ini."

Akhir kata, ia menanyakan apakah itu akan membuatnya menjadi orang yang salah dengan mengatakan hal itu pada kekasih anaknya?


"Bagaimanapun juga Anda dikompromikan secara etis. Mungkin sebaiknya Anda tidak melakukannya," tulis salah seorang yang menyarankan sang ayah untuk merahasiakan.

"Aku merasa putrimu mungkin harus melakukan banyak hal untuk sampai di titik ini dalam kehidupan ... dan kamu mengatakan padanya (kekasih anaknnya --red) sangat mungkin menghancurkan putrimu dan membuatnya pusing? Hanya sebuah pemikiran," pendapat yang lainnya.

Namun, ada juga yang mendukung sang ayah berkata jujur kepada kekasih anaknya.

"Astaga, sungguh situasi yang mengerikan," tutur warganet. "Aku tahu dia adalah putrimu, tetapi ini adalah pernikahan untuk pria ini dan dia pantas untuk tahu. Kamu sudah memberitahunya bahwa kamu akan memberi tahu jika dia (putrinya --red) tidak akan melakukannya, jadi kupikir kamu harus memberitahunya."

(ask/wdw)