Sabtu, 08 Jun 2019 11:35 WIB

Sering Disinggung saat Transfer Pemain, Ini 6 Poin Tes Medis Sepakbola

Rosmha Widiyani - detikHealth
Laga Chelsea vs Arsenal, tiap pemain sepak bola harus menjalani tes medis sebelum dibeli klub. Foto: Lee Smith/REUTERS Laga Chelsea vs Arsenal, tiap pemain sepak bola harus menjalani tes medis sebelum dibeli klub. Foto: Lee Smith/REUTERS
Jakarta - Eden Hazard sudah pindah ke Real Madrid setelah sebelumnya main di Chelsea. Dikutip dari detikcom, nilai transfernya dikabarkan mencapai 100 juta Euro yang bisa bertambah menjadi 146 juta Euro.

Transfer atau pembelian pemain dalam sepakbola sebetulnya tak cuma soal harga. Pemain yang menjadi incaran klub, termasuk Eden Hazard harus melalui uji kesehatan sebelum resmi pindah klub. Dengan standar yang berbeda di tiap klub, transfer bisa dipertimbangkan ulang jika pemain dinilai kurang sehat.



"Membeli pemain sepakbola mungkin seperti ingin punya mobil second. Bergantung standar, kita bisa punya yang kualitasnya biasa saja atau masih sangat bagus. Dengan mempertimbangkan uang yang tidak sedikit, klub pasti ingin dapat pemain yang terbaik untuk investasi," kata Dave Fevre yang pernah bergabung dalam tim kesehatan Manchester United, Blackburn, Great Britain Rugby League, dan anggota Football Medical Association (FMA) dikutip dari FourFourTwo (FFT).

Menurut Favre, tiap pemain biasanya punya waktu 2 hari untuk menyelesaikan tes kesehatan. Namun waktu biasanya lebih sedikit jika sudah dekat tenggat waktu. Selanjutnya tim fisioterapis, fitness, dan dokter akan memberi masukan pada pelatih serta jajaran eksekutif klub sebelum resmi melakukan transfer pemain. Berikut 6 poin yang diuji dalam tes kesehatan pemain sepakbola.


1. Jantung

Tes kesehatan jantung di klub sepakbola mencakup skrining dengan Elektrokardiogram (EKG), echo monitor, dan riwayat penyakit. Uji lainnya adalah cek kebugaran, tes darah, dan urine test untuk mendeteksi adanya protein atau keton yang mengindikasikan adanya penyakit tertentu misal diabetes.

2. Stabilitas otot

Tim fisioterapis akan mencermati beberapa spot yang jadi kelemahan pemain sepakbola yaitu punggung bawah, areal pinggul, bagian yang rentan cedera hamstring. Tim juga memeriksa fungsi otot dan dampaknya dengan rangkaian gerakan squat, hop test, dan lunge.

3. Gerakan pemain

Fisioterapis biasanya menguji gerakan pemain dengan fleksibilitas lutut dan extension drills. Tim bisa menilai bagian otot yang bisa memicu atau terkena efek cedera. Hasil pemeriksaan menjadi masukan bagi klub yang tentunya ingin membeli pemain yang sehat.

4. Pemeriksaan mendalam

Untuk mengetahui sejarah kesehatannya, tim biasanya akan merujuk pemain melakukan pemeriksaan ke rumah sakit tertentu. Pemeriksaan dengan magnetic resonance atau ultrasound scan bisa mengetahui lebih cermat kondisi seluruh sendi dan otot pada tubuh manusia.

5. Lemak tubuh

Klub biasanya menghendaki pemainnya memiliki lemak tubuh tidak lebih dari 10 persen. Pemeriksaan lemak tubuh biasanya menggunakan teknologi Bioelectrical Impedance yang mengirim sinyal listrik ke seluruh tubuh. Hasil pemeriksaan lemak dan otot akan ditampilkan dalam monitor.

6. Uji ergometric

Uji ini memberi gambaran pergerakan pemain secara keseluruhan. Pemain biasanya disuruh berlari dalam jarak tertentu sambil diukur kecepatannya. Salah satu standar yang digunakan adalah mampu berlari 20 meter selama 3 detik yang diulang 3 kali dengan hasil konstan. (kna/kna)