Senin, 10 Jun 2019 17:30 WIB

Pilot Vertigo Diduga Jadi Penyebab Jatuhnya Pesawat Tempur Jepang

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Ilustrasi sakit kepala vertigo/Thinkstock Foto: Ilustrasi sakit kepala vertigo/Thinkstock
Jakarta - Pada April lalu satu pesawat tempur F-35 milik Jepang dilaporkan jatuh di Lautan Pasifik saat melakukan latihan terbang menewaskan pilotnya. Hasil investigasi menemukan tidak ada masalah mekanis atau perangkat lunak pada pesawat.

Karena alasan tersebut Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya menyimpulkan kemungkinan pilot pesawat terkena vertigo. Kondisi vertigo diketahui bisa menyebabkan seseorang merasa sangat pusing hingga kesulitan mengendalikan keseimbangan.

"Kami percaya kemungkinan besar pilot menderita vertigo atau disorientasi spasial dan ia tidak menyadarinya. Kondisi ini bisa menyerang semua pilot tidak peduli pengalamannya," kata Takeshi seperti dikutip dari Reuters pada Senin (10/6/2019).


Mengapa pilot rentan mengalami disorientasi? Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (PERDOSPI), Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP, menjelaskan hal ini bisa terjadi karena gangguan keseimbangan di bagian telinga dalam.

"Disorientasi itu penyebab utamanya yaitu gangguan sistem keseimbangan tubuh di telinga bagian dalam, itu membuat orang jadi tertipu karena di dalam situ ada cairan kanalis semisirkular. Itu bergerak posisinya lalu kita seolah-olah lagi ada di posisi tertentu," papar dr Wawan beberapa waktu lalu.

"Kalau ke kiri ngerasa belok ke kiri. Perasaan belok ke kiri, padahal jalannya nggak ke kiri," lanjutnya.

Oleh sebab itu seorang pilot disarankan untuk melatih diri melalui simulasi dengan alat Advance Orientation Training. Dengan begitu, pilot-pilot akan lebih memercayai instrumen yang tersedia dibanding dengan pemikirannya sendiri yang terbukti di beberapa kasus menyebabkan jatuhnya pesawat.

(fds/wdw)