Rabu, 12 Jun 2019 20:08 WIB

Diklaim Jadi Manusia Tertua, Begini Gaya Hidup Appaz Iliev Hingga 123 Tahun

Widiya Wiyanti - detikHealth
Panjang umur. Foto: thinkstock Panjang umur. Foto: thinkstock
Jakarta - Dalam catatan resmi, manusia tertua di dunia depegang oleh Jiroemon Kimura asal Jepang yang hidup hingga 116 tahun 54 hari. Namun kini pria Rusia yang diklaim menjadi manusia tertua di dunia yang meninggal di usia 123 tahun, yaitu Appaz Iliev.

Dikutip dari The Sun, Appaz lahir pada Maret 1896 dan telah bekerja sejak usianya tujuh tahun. Ia pernah ikut bertempur dalam Perang Saudara Rusia pada 1917-1922. Namun pada usia 45 tahun, Appaz dianggap sudah terlalu tua untuk bertarung di Perang Dunia Kedua yang akhirnya menjadikannya pengemudi traktor.

Kepala Republik Ingushetia, Yunus-Bek Evkurov membeberkan bagaimana gaya hidup Appaz hingga membuatnya hidup 123 tahun. Ia mengatakan bahwa Appaz telah hidup melewati berbagai zaman dan generasi dan telah membesarkan delapan anak.

"Dia memiliki 35 cucu, 34 cicit dan beberapa canggah. Dia tetap menjadi lelaki tua yang baik dan penuh kasih yang mencintai kehidupan ini," kata Evkurov.


Appaz menolak menonton televisi dan tidak pernah merokok atau minum alkohol. Ia pun jauh dari dokter dan minum obat, meskipun pada usianya 122 tahun ia melakukan operasi katarak.

Evkurov menambahkan, Appaz hanya makan sayuran segar yang didapatnya dari kebun sendiri, ia juga hanya makan daging lokal di desanya yang terpencil, Guli, di Pegunungan Kaukasus Rusia. Ia juga rajin minum susu dan air dari mata air segar. Selain itu, Appaz juga memastikan memiliki waktu tidur selama 11 jam.

"Aku tahu ini sendiri karena aku bertemu dengannya beberapa kali," tegas Evkurov.

Appaz disebut berasal dari keluarga yang hidup cukup lama. Ia mengklaim kakeknya juga hidup hingga 120 tahun. Istrinya, Madinat meninggal pada 2014 silam.

Dalam Book of Records Rusia, Appaz sudah terdaftar menjadi manusia tertua di negara itu sejak 2015. Jika catatan tahun kelahirannya benar, maka Appaz menjadi manusia tertua melebihi Jiroemon Kimura.

(wdw/fds)