Kamis, 13 Jun 2019 07:35 WIB

Tidur dengan Lampu Menyala Dikaitkan dengan Risiko Kegemukan pada Wanita

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Cahaya pada saat tidur akan mengganggu kualitas tidur. (Foto: ilustrasi/thinkstock) Cahaya pada saat tidur akan mengganggu kualitas tidur. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Setiap orang memiliki kebiasaan tidur yang berbeda. Ada yang suka tidur dengan suhu hangat, ada yang lebih memilih kamar yang dingin. Selain itu, ada yang lebih suka tidur dengan lampu dimatikan ada pula yang lebih suka ketika dinyalakan.

Kalau kamu memiliki kebiasaan tidur dengan lampu menyala, ada baiknya untuk dihentikan. Sebuah penelitian menunjukkan cahaya pada saat tidur, baik itu dari televisi atau lampu kamar lain dikaitkan dengan peningkatan risiko kegemukan dan obesitas, khususnya pada wanita.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal medis JAMA Internal Medicine pada Senin (10/6) menunjukkan secara spesifik, tidur dengan lampu menyala dapat membuat badan naik 5 kg selama periode lima tahun.

Dikutip dari CNN, studi ini menganalisis 43.722 wanita dan menemukan bahwa tidur dengan lampu menyala secara signifikan dikaitkan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan dan obesitas, terutama pada wanita.



"Studi ini menemukan bahwa segala jenis cahaya buatan menyala di malam hari, seperti lampu malam kecil, cahaya di luar ruangan dan lampu atau televisi di ruangan itu, dikaitkan dengan kenaikan berat badan selama periode enam tahun dan selama tindak lanjut 12 tahun setelah studi dimulai," kata Dale Sandler, peneliti dari National Institute of Environmental Health Sciences di North Carolina dan penulis senior studi ini.

Selain itu, wanita yang tidur dengan cahaya buatan lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki pola bangun dan waktu tidur yang konsisten dan lebih cenderung memiliki kurang tidur, membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur, dan akan sering bangun di malam hari.

"Selain sumber cahaya buatan, penelitian ini mencatat bahwa cahaya dari perangkat elektronik, seperti smartphone, tablet, komputer dan e-reader telah dikaitkan dengan kualitas dan kuantitas tidur yang buruk, kantuk yang berlebihan di siang hari dan terjaga lebih lama sebelum bisa tertidur," tambahnya.

Secara keseluruhan, studi ini mencatat tidur dengan cahaya buatan dapat dikaitkan dengan langkah-langkah kerugian sosial ekonomi dan perilaku gaya hidup yang tidak sehat, yang semuanya dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan dan obesitas. Para peneliti menyerukan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi peningkatan risiko pertambahan berat badan.

(kna/wdw)