Kamis, 13 Jun 2019 12:13 WIB

Tubuh Mengonsumsi Sekitar 2.000 Partikel Plastik yang Berasal dari Makanan Ini

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sampah plastik di pinggiran KRL (Foto: Rifkianto Nugroho) Sampah plastik di pinggiran KRL (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Pencemaran lingkungan masih menjadi tantangan terbesar yang harus segera diatasi oleh manusia. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang tak sadar atau bahkan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

Terbukti dari kebiasaan membuang sampah, khususnya sampah plastik. Tanpa sadar, banyaknya plastik yang tersebar di lingkungan menjadikan kita akhirnya mengonsumsi benda tersebut.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh World Wildlife Fund (WWF) dan University of Newcastle di Australia menunjukkan di seluruh dunia, manusia menelan rata-rata 2.000 partikel mikroplastik yang setara dengan ukuran kartu kredit seberat 5 gram.

Mikroplastik merupakan partikel kecil yang bisa berasal dari berbagai sumber termasuk serat pakaian, microbeads dari pasta gigi atau potongan plastik yang secara bertahap menjadi potongan kecil ketika dibuang.



Partikel ini akan mengalir ke sungai dan lautan kemudian dimakan oleh ikan atau hewan laut lainnya sehingga berakhir sebagai bagian dari rantai makanan.

"Sangat jelas bahwa masalah mikroplastik adalah masalah global. Bahkan jika negara membersihkan halaman belakang mereka, itu tidak berarti mereka akan aman karena partikel [mikroplastik] itu dapat masuk dari sumber lain," tutur peneliti, Kala Senathirajah, mengutip CNN.

Penelitian dengan judul 'No Plastic in Nature: Assessing Plastic Ingestion from Nature to People' mengemukakan sumber terbesar dari konsumsi plastik adalah air minum. Ditemukan sekitar 1.769 partikel plastik setiap minggu hanya dengan minum air botolan.

Dalam ringkasan penelitian yang dapat ditemukan dalam situs University of Newcastle, ada sejumlah mikroplastik pada makanan dan minuman yang meliputi:

- Air
- Kerang
- Ikan
- Bir
- Madu
- Gula

(kna/up)
News Feed