Kamis, 13 Jun 2019 14:49 WIB

Benarkah Tertusuk Paku Berkarat Buatmu Mudah Terinfeksi Tetanus?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Paku yang karatan sering dihubungkan dengan infeksi tetanus. (Foto: Thinkstock) Paku yang karatan sering dihubungkan dengan infeksi tetanus. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Saat berbicara mengenai tetanus, banyak yang selalu mengaitkannya dengan paku berkarat. Masyarakat menganggap jika terkena atau tertusuk dengan paku berkarat otomatis infeksi tetanus akan mudah tersebar. Benarkah demikian?

Tetanus adalah infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri jenis ini dapat ditemukan di seluruh lingkungan seperti di tanah, debu dan kotoran.

Bakteri tetanus dapat menginfeksi tubuh melalui luka yang terbuka terutama luka yang dalam. Sifat luka yang berbahaya membuat segala hal yang bersinggungan dengannya, baik berkarat atau tidak, bisa masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan tetanus.

Jadi mengapa banyak sekali orang yang mengaitkan paku berkarat dengan risiko tetanus?


"Entah bagaimana, seseorang membuat pemikiran tetanus akan terjadi jika terkena paku berkarat. Ini bisa jadi merupakan gagasan untuk menyampaikan bahwa paku berkarat berada di tempat yang kotor di mana bakteri ini ditemukan," kata Dr William Schaffner, seorang spesialis penyakit menular di Vanderbilt University dikutip dari Live Science.

Tetapi lingkungan tidak harus terlihat kotor bagi seseorang untuk terkena infeksi tetanus. "Ada kasus mereka terinfeksi tetanus setelah teriris pisau di dapur," sambung dr William.

Di lingkungan alam, bakteri C. Tetani dalam bentuk spora dapat bertahan dalam kondisi ekstrim untuk jangka waktu yang lama. Tetapi ketika spora masuk ke dalam tubuh seseorang, pasokan oksigennya terputus dan bakteri mulai aktif.

"Kekurangan oksigen inilah yang membuat bakteri menjadi hidup. Mereka terbangun dalam tubuh dan berkembang biak. Menghasilkan racun berbahaya yang dibawa melalui tubuh seseorang dalam darah. Racun ini, bukan bakteri, yang menyebabkan tetanus," sambungnya.

Tetanus bisa dicegah dengan vaksin tetanus. Anak-anak harus menerima serangkaian suntikan yang melindungi tubuh dari bakteri dan orang dewasa harus menerima suntikan booster setiap 10 tahun.

(kna/fds)