Jumat, 14 Jun 2019 10:00 WIB

Beragam Warna Darah Haid dan Kaitannya dengan Kesehatan Serta Kesuburan (2)

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Variasi warna darah haid dari terang ke gelap berhubungan dengan aliran darah. (Foto: iStock) Variasi warna darah haid dari terang ke gelap berhubungan dengan aliran darah. (Foto: iStock)
Jakarta - Bagi sebagian besar wanita, menstruasi pertama dimulai pada rentang usia 12-14 tahun. Selama menstruasi, kamu akan mengalami satu periode setiap bulannya yang siklusnya berlangsung sekitar 21 hingga 35 hari atau lebih.

Menurut American Academy of Obstetricians dan Gynaecologists, menstruasi dapat digunakan sebagai tanda kesehatan yang vital. Apa pun yang terdeteksi mulai dari panjang siklus hingga tekstur dan warna dapat mengindikasikan sesuatu yang penting tentang kesehatan

Dalam kebanyakan kasus, variasi warna darah haid dari terang ke gelap berhubungan dengan aliran darah dan lamanya darah berada dalam rahim.



Meski demikian tidak berarti bahwa semua perubahan warna yang kamu alami selama haid adalah normal. Jika melihat warna-warna yang asing tidak ada salahnya untuk mengunjungi dokter.

Berikut ragam warna darah haid dan maknanya dikutip dari Healthline:

1. Merah muda

Darah haid biasanya akan berwarna merah muda menjelang akhir periode. Warna yang lebih terang ini kemungkinan mengindikasikan bahwa darah telah bercampur dengan cairan serviks atau vagina yang menipiskan warnanya.

Terkadang darah haid yang berwarna merah muda menunjukkan kadar estrogen yang rendah dalam tubuh terutama jika disertai dengan aliran yang lebih sedikit.

Meskipun tidak terlihat sebagai masalah besar, kadar estrogen yang rendah dapat meningkatkan risiko osteoporosis, suatu kondisi yang mempengaruhi tulang dan menyebabkan mereka menjadi lemah dan rapuh.

2. Oranye

Darah haid yang berwarna oranye juga menjadi tanda darah telah tercampur dengan cairan serviks. Namun darah haid oranye terang juga dapat menunjukkan infeksi.



Darah oranye yang agak keputihan biasanya adalah gejala vaginosis bakteri atau trikomoniasis. Orang-orang dengan darah oranye harus memeriksa gejala-gejala lain, seperti gatal-gatal pada vagina, rasa tidak nyaman, dan keluarnya cairan yang berbau busuk.

Walaupun darah oranye tidak selalu mengindikasikan infeksi, tidak ada salahnya untuk mengunjungi dokter atau ginekolog untuk berkonsultasi.

3. Abu-abu

Jika warna haidmu berwarna keabu-abuan, segera kunjungi dokter karena ini bisa menjadi tanda infeksi atau jika sedang hamil, bisa menjadi tanda keguguran.

Darah yang berwarna abu mengindikasikan terkena infeksi seperti bacterial vaginosis yang merupakan pertumbuhan berlebih dari bakteri di vagina. Ini adalah kondisi yang cukup umum dan dapat diobati dengan obat. Tanda-tanda lain yang harus diperhatikan yakni:
- Demam
- Rasa sakit disekitar vagina
- Gatal di area vagina
- Rasa terbakar saat buang air kecil



(kna/wdw)