Minggu, 16 Jun 2019 09:34 WIB

Hoaks Tanda Tubuh Sebulan Sebelum Serangan Jantung, Ini Faktanya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi serangan jantung. Foto: Thinkstock Ilustrasi serangan jantung. Foto: Thinkstock
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggolongkan 1 unggahan tulisan kesehatan yang sempat viral sebagai hoaks. Tulisan Pesan Horor Gejala Serangan Jantung tersebut sempat beredar pada 2018 sebelum kembali muncul pada 2019.

Dalam postingan tersebut, tubuh dikatakan memberi 6 tanda sebelum terjadi serangan jantung 1 bulan setelahnya. Tanda yang tersebar lewat media sosial Facebook tersebut meliputi kelelahan ekstrim, gangguan tidur, sesak nafas, gangguan pencernaan, perasaan cemas berlebihan dan lengan lemah serta berat.


Faktanya seperti dikutip dari Independent, terjadinya serangan jantung tidak bisa diprediksi dengan tepat. Risiko serangan jantung hanya bisa diperkirakan berdasar kondisi pasien. Salah satunya dengan menghitung Framingham Risk Score (FRS) yang komponennya meliputi usia, total kolesterol darah, kebiasaan merokok, total HDL atau kolesterol baik, dan tekanan darah sistolik.

Skor FRS biasa digunakan fasilitas kesehatan di Indonesia untuk memperkirakan terjadinya serangan jantung hingga 10 tahun mendatang. Skor FRS dihitung tenaga kesehatan dengan mengetahui profil lemak pasien terlebih dulu. Semakin tinggi skor FRS, makin besar pula risiko mengalami serangan jantung.

Dengan mengetahui skor FRS dan risiko mengalami serangan jantung, pasien bisa melakukan upaya pencegahan sebelumnya untuk menekan risiko. Misal dengan memperbaiki pola makan, tidak merokok, dan olahraga.



Galau Bisa Memicu Penyakit Jantung? Ini Jawabannya!
Hoaks Tanda Tubuh Sebulan Sebelum Serangan Jantung, Ini Faktanya
(frp/frp)