Selasa, 18 Jun 2019 07:30 WIB

Sejarah Hari Yoga Internasional, Inisiasi untuk Membawa Kedamaian di Dunia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Hari Yoga Internasional juga dirayakan di Indonesia. (Foto ilustrasi: Shutterstock) Hari Yoga Internasional juga dirayakan di Indonesia. (Foto ilustrasi: Shutterstock)
Jakarta - Yoga menjadi salah satu olahraga 'ngehits' yang digemari oleh banyak orang di seluruh dunia. Manfaatnya yang beragam, mulai dari segi fisik dan juga mental membuat olahraga ini banyak dipraktikkan baik bagi mereka yang sehat maupun memiliki kondisi tertentu.

Mungkin dari kita masih banyak yang belum tahu kalau olahraga yoga ini berasal dari India. Sebab itu, sejak September 2014 lalu, pemerintah India mengusulkan untuk mengadakan Hari Yoga Internasional yang awalnya diinisiasi bukan hanya mempromosikan yoga sebagai olahraga yang baik bagi kesehatan tetapi juga bertujuan untuk perdamaian dan harmoni di seluruh dunia.

"Beruntungnya, inisiasi ini diterima oleh hampir semua negara PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). 177 anggota PBB termasuk member tetap mensponsori dan mendukung penuh agenda ini," terang Duta Besar Republik India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawad, saat dijumpai di Auditorium Kedubes India, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan dan ditulis Selasa (18/6/2019).


Hari Yoga International pertamakali dicetuskan oleh Perdana Menteri India, Shri Narendra Modi. Ia menyatakan bahwa yoga merupakan hadiah terindah bagi tradisi India yang memiliki pesan mendalam. Salah satunya bagi kedamaian bathin dan keselarasan dengan alam.

Pradeem menambahkan, dalam yoga, ada banyak sekali pose yang memperlihatkan hubungan atau adanya keselarasan antara manusia dan alam dan menyimpulkan olahraga yoga merupakan suara dari alam semesta.

"Disini kita bisa melihat bahwa Tuhan itu ada di sekitar kita. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Bukan hanya manusia, tapi semua hal di bumi punya pesannya sendiri," terangnya.

"Yoga teach us that we have to love with harmony, karena kamu tidak pernah tahu pelajaran apa yang bisa diberikan oleh alam," pungkasnya.

(kna/fds)
News Feed