Selasa, 18 Jun 2019 14:45 WIB

Bocah Nonton Pasutri Berhubungan Seks, Ini Dampaknya Pada Psikologis Anak

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Efek tayangan seksual pada anak. (Foto: Ilustrator: Edi Wahyono) Efek tayangan seksual pada anak. (Foto: Ilustrator: Edi Wahyono)
Jakarta - Kasus anak di bawah umur menyaksikan tayangan seksual kembali terjadi. Kali ini pasangan suami istri di Kabupaten Tasikmalaya memamerkan hubungan seksual mereka kepada beberapa anak di daerahnya.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya juga mengungkapkan bahwa kasus ini memberi efek bagi bocah tersebut. Bahkan beberapa diantaranya nyaris mencabuli balita perempuan.

"Dampak buruk yang terjadi, sejumlah anak ini (yang menonton hubungan seks E dan L) berusaha mempraktikkan adegan itu terhadap anak balita. Meski tidak sampai terjadi berhubungan badan, mereka sempat meraba balita tetangganya itu," ujar Ketua KPAID kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, kepada detikcom, Selasa (18/6/2019).



Menonton konten seksual atau pornografi tentu akan memengaruhi kondisi psikis dari anak. Psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla, MPsi, mengatakan salah satu efek yang akan timbul adalah anak tidak dapat berhenti untuk menonton konten pornografi yang dapat merusak sistem otak mereka.

Selain itu, Veronica memberikan dampak lainnya yakni sebagai berikut:

1. Sulit fokus dan konsentrasi.
2. Muncul simptom-simptom (gejala) fisik yang mengganggu, seperti gelisah, mudah terangsang secara seksual, dan merasa tidak mampu mengendalikannya.
3. Kondisi emosi tidak stabil, mengalami konflik emosi dalam diri, seperti: merasa bersalah, malu, cemas, marah, dan sebagainya.
4. Aktivitas sehari-hari terganggu, baik dalam bersosialisasi, mengikuti sekolah, maupun bekerja.

Bahkan sebuah studi yang dikutip dari wral.com menunjukkan beberapa anak yang menonton tayangan seksual sudah mulai meniru apa yang mereka lihat di konten pornografi tersebut.

(kna/fds)