Rabu, 19 Jun 2019 16:21 WIB

Jangan Disepelekan, 5 Hal Ini Bisa Terjadi karena Dehidrasi

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Dehidrasi bisa pengaruhi fungsi dari organ-organ salah satunya ginjal. Foto: Ilustrasi/thinkstock Dehidrasi bisa pengaruhi fungsi dari organ-organ salah satunya ginjal. Foto: Ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kanselir Jerman Angela Merkel tampak kejang-kejang di depan umum saat sedang berdiri melakukan upacara penyambutan di Berlin, Jerman, pada Selasa (18/6/2019). Angela mengaku dehidrasi, kondisi di mana tubuh kekurangan cairan, dan sudah kembali pulih usai minum tiga gelas air.

Sejumlah orang menganggap remeh kurangnya cairan tubuh. Padahal, jika terjadi dehidrasi, itu bisa membahayakan kesehatan lebih lanjut.

Komplikasi dehidrasi dapat terjadi karena dehidrasi itu sendiri atau karena penyakit yang membuat tubuh kehilangan cairan. Jangan dianggap sepele, dikutip dari Medicine Net, berikut ini kondisi yang harus diwaspadai karena hal tersebut, terlebih jika dehidrasinya cukup parah.



1. Gangguan ginjal
Gangguan ginjal adalah kejadian yang dapat terjadi karena dehidrasi, namun kondisi ini bisa diobati jika diatasi sejak dini. Ketika dehidrasi berlangsung, volume cairan dalam tubuh menurun, dan tekanan darah bisa turun. Ini dapat menurunkan aliran darah ke organ vital termasuk ginjal menurun sehingga mengganggu kinerjanya.

2. Hilang kesadaran
Menurunnya pasokan darah ke otak bisa menyebabkan seseorang mengalami kebingungan, kehilangan kesadaran, bahkan koma. Koma adalah keadaan tidak sadar yang berkepanjangan. Koma terjadi ketika bagian otak terganggu, baik sementara atau permanen.

3. Syok
Ketika kehilangan cairan, kemampuan tubuh untuk mengirimkan oksigen ke organ-organ vital tubuh menjadi tidak memadai. Fungsi sel dan organ dapat mulai gagal. Hal ini bisa membuat tubuh mengalami syok karena dehidrasi yang tidak tertangani.

4. Penyakit terkait panas dan komplikasi terkait
Pada penyakit yang berhubungan dengan panas, tubuh berupaya mendinginkan tubuh dengan berkeringat. Ini dapat menyebabkan dehidrasi dan otot dapat mengalami kejang. Seringkali otot-otot yang sedang stres, misalnya karena berada terlalu lama di tempat yang panas, akan kejang. Pada atlet, otot kaki dapat kram karena berlari.

Ketika kehilangan cairan cukup banyak, gejala-gejala yang dapat terjadi antara lain kelelahan, sakit kepala ringan, mual, dan muntah. Jika gejalanya diketahui dan pasien tidak beranjak dari panas hingga mengalami dehidrasi, situasinya dapat berkembang menjadi heat-stroke.


5. Abnormalitas elektrolit
Dalam dehidrasi, abnormalitas elektrolit dapat terjadi karena bahan kimia penting (seperti natrium, kalium, dan klorida) hilang dari tubuh melalui keringat. Sebagai contoh, pasien dengan diare atau muntah-muntah dapat kehilangan banyak potasium. Hal tersebut bisa mengakibatkan kelemahan otot dan gangguan irama jantung.

Profesional tenaga kesehatan dapat memantau kadar elektrolit dengan memeriksa tes darah. Contoh gejala yang disebabkan oleh kadar elektrolit abnormal termasuk kelemahan otot karena kalium rendah, gangguan irama jantung karena kalium rendah atau tinggi, dan kejang. (ask/fds)
News Feed