Senin, 24 Jun 2019 17:54 WIB

3 Gejala yang Menyertai Bronkitis, Penyakit yang Diidap Bassist Boomerang

Rosmha Widiyani - detikHealth
Pemain bass band Boomerang Hubert Henry Limahelu ditangkap karena memakai ganja. (Foto: Deny Prastyo Utomo) Pemain bass band Boomerang Hubert Henry Limahelu ditangkap karena memakai ganja. (Foto: Deny Prastyo Utomo)
Jakarta - Bronkitis mungkin bukan penyakit yang terlalu asing bagi masyarakat umum. Namun jadi banyak yang penasaran setelah bassist Boomerang Hubert Henry, yang ditangkap karena menggunakan ganja, diketahui mengalami bronkitis.

Penyakit bronkitis diakibatkan paparan zat berbahaya yang akhirnya menimbulkan radang pada saluran utama paru. Penyakit ini perlu waktu yang tidak sebentar hingga akhirnya menurunkan fungsi paru.

"Ada 2 gejala yang biasanya ditemui pada pasien bronkitis. Gejala ini mirip dengan yang ditemukan pada penyakit paru lain. Yang membedakan, pasien bronkitis terpapar zat berbahaya yang dihasilkan dari proses pembakaran dalam waktu lama," kata dokter ahli paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr Budhi Antariksa, SpP, PhD.


Bila gejala ini ditemukan pada pasien, sebaiknya segera ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berikut gejala penyakit bronkitis:

1. Sesak napas
Proses peradangan menurunkan fungsi saluran utama paru, yang mengakibatkan berkurangnya asupan oksigen ke dalam tubuh. Sesak juga diakibatkan tumpukan dahak yang harus dikeluarkan tubuh.

"Peradangan dan penumpukan dahak pada akhirnya mengecilkan saluran napas pada paru-paru. Bila terus terjadi akan berdampak pada kerja alveoli yang bertugas memasok oksigen ke dalam darah," kata dr Budhi.


2. Dahak
Dahak sebetulnya adalah mekanisme tubuh melindungi bagian yang luka atau radang akibat paparan zat berbahaya. Produksi dahak makin meningkat seiring proses peradangan yang terus terjadi. Dahak pada akhirnya harus dikeluarkan melalui proses batuk yang diatur sel goblet.

"Sel goblet makin besar seiring produksi dahak yang makin meningkat. Karena itu pada pasien bronkitis kerap batuk berdahak. Nah dahak ini jadi media pertumbuhan kuman yang berisiko menyebabkan infeksi," kata dr Budhi.

3. Terlihat lebih gemuk
Menurut dr Budhi, pasien bronkitis biasanya punya postur tubuh yang biasa saja atau justru terlihat lebih gemuk. Pasien tidak terlihat makin kurus seperti yang ditemukan pada pasien penyakit paru lain.

"Dada pasien bronkitis terlihat lebih besar karena sulit mengeluarkan udara. Kesulitan disebabkan peradangan yang mengakibatkan penyempitan saluran napas inilah yang menyebabkan tubuh pasien bronkitis terlihat berbeda," kata dr Budhi.

(up/up)