Rabu, 26 Jun 2019 09:44 WIB

152 Anak di India Meninggal Karena Demam Otak

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi demam otak. Foto: thinkstock Ilustrasi 'demam otak'. Foto: thinkstock
Jakarta - Sebanyak 152 anak di India meninggal dunia disebabkan oleh wabah 'demam otak' atau Sindrom Ensefalitis Akut. Wabah ini terjadi di Muzaffarpur di negara bagian Bihar, wilayah yang saat ini mengalami gelombang panas yang mematikan.

Dikutip dari Mirror, anak-anak yang terserang demam otak mengalami peradangan otak akut yang dipicu oleh dehidrasi dan malnutrisi, juga dikaitkan dengan buah leci.

Wabah serupa pernah menyerang Muzaffarpur pada 2014 dan menewaskan 350 anak yang menimbulkan pertanyaan dunia mengapa pemerintah tidak tanggap cepat untuk memerangi penyakit ini.



Kini, para pemimpin India mendapat kecaman lagi karena kurang tanggapnya mereka. Hingga muncul sebuah petisi yang diajukan oleh aktivis-pengacara Manohar Pratap menuduh pemerintah 'tidak bertindak'.

"Sebagian besar kematian terjadi karena kurangnya fasilitas medis di daerah wabah," tertulis dalam petisi itu.

Pada Senin (24/6), kementerian kesehatan India akan menyediakan bangsal anak-anak dengan 100 tempat tidur di distrik tersebut, sesuai dengan janji yang pernah dibuat pada tahun 2014 silam.

Dikutip dari Mayo Clinic, demam otak atau Ensefalitis disebabkan paling umum karena infeksi virus. Gejalanya hampir mirip dengan flu ringan, seperti demam dan sakit kepala. Atau bahkan penyakit ini tidak menimbulkan gejala apapun. Semakin parah kondisinya bisa menyebabkan kebingungan, kejang, atau masalah indera.



Malang Nian Bocah Radika Koma karena Radang Otak:

[Gambas:Video 20detik]

(wdw/up)