Rabu, 26 Jun 2019 17:31 WIB

Cerita Sedih Sandra Dewi Pernah Alami 'Hamil Kosong'

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Aktris cantik Sandra Dewi (Foto: Aisyah/detikHealth) Aktris cantik Sandra Dewi (Foto: Aisyah/detikHealth)
Jakarta - Sebelum Sandra Dewi melahirkan putra pertamanya bersama Harvey Moeis, ternyata ada kisah sedih yang pernah ia lalui. Sandra Dewi mengaku pernah mengalami blighted ovum atau kondisi di mana janin tidak berkembang meskipun ovariumnya berkembang.

Ia pun merasa sedih kemudian berkonsultasi kepada dokter. Usai melakukan segala perawatan dan lainnya, Sandra diminta dokter untuk beristirahat selama tiga bulan, dalam artian tidak mencoba program hamil sementara.

"Saya bilang, 'Dok, saya harus hamil saya dan suami harus punya keturunan lagi'," kisah Sandra.

Namun beruntung, Sandra dan Harvey masih dipercaya Tuhan untuk menimang momongan. Setelah tiga bulan masa istirahat, ia dan suami memulai lagi program kehamilan dan berhasil.

"Tapi masih galau, saya bisa nggak terus hamil. Karena saya kan pernah gagal sekali, itu yang bikin saya takut. Bisa nggak saya sampai 40 week dan menghasilkan anak sehat?...Memang tidak ada yang bisa mengetahui mengapa saya mengalami blighted ovum, karena ternyata kata dokter di antara 3 ibu hamil ada satu yang begitu. Saya sudah dibesarkan hati saya oleh dokter, jadi saya oke mungkin harus lebih sehat," tuturnya.

"Saya cerita ini supaya orang-orang yang pernah mengalami seperti saya, pernah mengalami blighted ovum di mana janin tidak berkembang, itu gapapa. Buktinya saya pernah gagal dan saya bisa hamil dua kali dalam waktu dua tahun," ujar Sandra dengan senyum tipis.



Tapi sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan blighted ovum? Ditemui Matraman, Jakarta Timur, dr Ardiansjah Dara SpOG, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari RS Jakarta menjelaskannya.

"Blighted ovum adalah perkembangan janin yang tidak normal, di mana kantong kehamilannya ada tetapi setelah itu, janinnya tidak ada," jelas dr Dara.

"Kan kehamilan itu kalau pertama kita tahu dari USG itu ada kantongnya dulu, warna item. Kemudian kantong ini semakin besar. Nah blighted ovum itu setelah membesar, dokter lihat, tidak ada janin, kosong. Hamil tapi tidak disertai janin, itu harus dikeluarin. Biasanya dikuret," lanjutnya.

Untuk yang jadi penyebabnya, dr Dara menyebut bahwa masalah kromosom atau genetik merupakan salah satu yang ditengarai. Selain itu, kehamilan lanjut terutama di atas 35 tahun, biasanya kasus blighted ovum-nya menjadi lebih meningkat.

"Tetapi tidak harus selalu berulang, bisa aja kayak Mbak Sandra, sekarang hamil ke-2 dan ke-3 Alhamdulillah normal, jadi bukan sesuatu yang harus ditakutkan berulang-ulang," tutup dr Dara.



Simak Video "Mengenal Blighted Ovum yang Buat Sandra Dewi Drop "
[Gambas:Video 20detik]
(ask/up)