Kamis, 27 Jun 2019 20:00 WIB

Keren Nih! Plesetan, Plester Luka Berbahan Alga Kreasi Mahasiswa Unpad

Annisa Nursalsabillah - detikHealth
Plester plesteran, inovasi mahasiswa Unpad. (Foto: Annisa Nursalsabillah/detikcom) Plester plesteran, inovasi mahasiswa Unpad. (Foto: Annisa Nursalsabillah/detikcom)
Jatinangor - Mahasiswa Unpad kembali menorehkan prestasi lewat penelitian beberapa mahasiswa Fakultas Farmasi yang menghadirkan inovasi berupa plester berbahan alam. Plester tersebut diberi nama 'Plesetan' yang memiliki kepanjangan Plester Penutup Luka Turbinaria ornata.

Plesetan dikembangkan oleh Dede Jihan Oktaviani, Shella Widiyastuti, Dian Amalia Maharani, Agni Nur Amalia, dan Asep Maulan Ishak dengan dosen pembimbing Dr. Ade Zuhrotun, M.Si., Apt.

"Kami melihat bahari (bahan alam dari laut) di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal. Terus akhirnya kami kepikiran pengen bikin suatu produk yang berasal dari bahan bahari," ujar Dian.

Turbinaria ornate merupakan alga coklat yang hidup di beberapa pantai di Indonesia, salah satunya di pesisir pantai Sayang Heulang, Pameungpeuk, Garut. Dian dan kawan-kawan mengambil bahan tersebut di Garut karena lokasinya yang paling dekat dengan Jatinangor.

"Turbinaria ornate diekstraksi dengan menggunakan etil asetat. Jadi nanti hasil ekstraknya itu menghasilkan senyawa yang bisa dijadikan penutup luka," ujar Jihan selaku ketua tim.


Keren Nih! Plesetan, Plester Luka Berbahan Alga Kreasi Mahasiswa UnpadFoto: Annisa Nursalsabillah/detikcom


Proses pembuatan Plesetan ini relatif singkat namun bergantung dari bahan baku yang tersedia. Karena bahan bakunya dari laut (bahari) maka perlu proses pengeringan yang memerlukan waktu cukup lama.

Kelebihan Plesetan dibanding plester pada umumnya adalah tidak terlalu perih dan tidak terlalu gatal, cocok untuk anak kecil, dan menutup luka dua kali lebih cepat sehingga luka dapat cepat kering. Untuk saat ini, Plesetan baru bisa menyembuhkan luka-luka ringan.

"Yang kita ketahui, kalau plester komersil itu tidak mengandung zat aktif. Nah Plesetan ini mengandung zat aktif yang mempercepat penutupan luka sehingga lebih cepat sembuh," sambung Jihan.



Produk Plesetan ini merupakan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang berhasil mendapat pendanaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI tahun 2019. Saat ini, Jihan dan kawan-kawan bekerjasama dengan masyarakat di Pameungpeuk, Garut, sebagai mitra penyedia bahan baku.

"Terakhir produksi itu udah mencapai 171 buah. Sekarang kami masih nunggu bahan bakunya datang dari Garut karena masih proses pengeringan di sana," ujar Shella, anggota tim yang lain.

Shella dan kawan-kawan berharap jika Plesetan ini sudah terus diproduksi, mereka dapat memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Turbinaria ornate merupakan bahan yang memiliki banyak manfaat sehingga masyarakat di daerah pantai dapat membudidayakan alga tersebut dan menjadi potensi di daerahnya.

Plesetan ini sudah mulai dipasarkan ke masyarakat. Untuk harganya pun cukup ekonomis dan tidak jauh berbeda dengan harga plester komersil yaitu Rp10.000. Bagi kalian yang tertarik dapat mengunjungi akun sosial media Instagramnya yaitu plesetan_plester atau mencari di toko online seperti shopee dan tokopedia. Plesetan juga sudah bermitra dengan beberapa apotek di Bandung.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)