Selasa, 02 Jul 2019 12:35 WIB

Kakak Peristri Adik Kandung, Ini yang Bisa Terjadi Pada Keturunannya

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi pernikahan sedarah atau incest. Foto: dikhy sasra Ilustrasi pernikahan sedarah atau incest. Foto: dikhy sasra
Jakarta - Kabar pernikahan sedarah membuat gempar Bulukumba, Sulawesi Selatan. Pria bernama Ansar disebut nekat memperistri adik kandungnya sendiri, padahal ia sudah memiliki istri sah.

"Jadi ceritanya itu nikah sembunyi sembunyi di Kalimantan. Jadi saudaranya sendiri dia kawini," kata Kepala KUA Ujung Loe, Makbul saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (2/7/2019).

Terlepas dari kasus hukumnya, incest atau perkawinan antara kerabat dekat banyak dikaitkan dengan berbagai risiko kesehatan pada keturunan yang dihasilkan. Salah satunya adalah risiko penyakit bawaan.

Dikutip dari Medicaldaily, sebagian kecil di antaranya membawa masalah kesehatan serius, dikenal sebagai penyakit resesif autosomal. Misalnya penyakit cystic fibrosis, anemia sel sabit, Tay Sachs disease, dan albinisme, meningkat sebanyak 12,5 persen dengan incest.


Dijelaskan lebih jauh oleh pakar genetika sekaligus dokter endokrin anak dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr dr Andi Nanis Sacharina Marzuki, SpA(K), pasangan incest punya risiko lebih besar memiliki keturunan dengan kelainan genetik.

"Kalau incest ini dari satu keluarga membawa satu jenis kelainan genetik, jadi dia memungkinkan terutama autosomal resesif ya. Jadi di orangnya pembawa tapi nggak kelihatan, nah untuk menurun ke anaknya ada 50 persen anaknya pembawa sifat, ada 25 persen anaknya sehat tidak membawa untuk satu jenis kelainan itu, dan ada 25 persen pembawa secara klinis ya," jelas dr Nanis kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Ia mencontohkan penyakit yang meningkat risikonya adalah talasemia, kelainan darah yang menyebabkan anak menjadi anemia. Namun dr Nanis menambahkan, jika pasangan incest tidak memiliki gen pembawa sifat kelainan genetik, maka keturunannya pun tidak akan mengalami kelainan genetik.

Kelainan genetik terjadi saat kedua pasangan membawa gen yang mengandung kelainan yang sama bertemu. Pada satu keluarga sedarah, biasanya gen yang dimiliki pun hampir sama, sehingga kelainan yang ditemukan pun juga sama. Sehingga risiko untuk terjadinya kelainan genetik pada keturunannya akan muncul.

Sebuah riset tahun 2008 mengungkap, perkawinan incest juga meningkatkan risiko cacat bawaan lahir atau birth defect pada keturunan yang dihasilkan. Bila pada populasi umum risikonya sekitar 2 persen, pada perkawinan incest antara saudara sepupu risikonya menjadi 4 persen.



Simak Video "Idap Penyakit Langka, Wanita Ini Menua dengan Cepat"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)