Selasa, 02 Jul 2019 12:55 WIB

Orang dengan Gangguan Jiwa Bisa Dijerat Hukum? Ini Kata Psikiater

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi hukuman penjara. Foto: Ilustrasi/Thinkstock Ilustrasi hukuman penjara. Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Kasus perempuan membawa anjing masuk ke dalam masjid menjadi geger di kalangan masyarakat. Polisi telah menetapkan perempuan tersebut sebagai tersangka, meskipun berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka dinyatakan mengidap penyakit skizofrenia.

Psikiater dr I Gusti Rai Wiguna, SpKJ salah satu founder dari Rumah Berdaya yang merupakan tempat rehabilitasi psikososial bagi Orang dengan Skizofrenia (ODS) atau ODGJ, di Denpasar, Bali mengatakan bahwa ada kriteria orang dengan gangguan jiwa yang bisa lolos dari jeratan hukum.

"Yang lolos dari hukum itu yang mengalami perubahan akal dan kurang akal. Misal retardasi mental itu yang IQ-nya rendah," ujarnya kepada detikHealth.



Perubahan akal terjadi karena seseorang mengidap gangguan kejiwaan, misalnya bipolar. Seseorang melakukan tindakan kejahatan yang dipengaruhi oleh gangguannya, bukan karena keinginan sendiri bisa jadi lolos dari jerat hukum.

Namun, dr Rai menegaskan itu kembali lagi pada kasus dan hasil pemeriksaan kondisi kejiwaan seseorang.

"Kalau tidak dihukum, tapi diobati," tandasnya.



Simak Video "Para Pengidap Skizofrenia Ini Justru Jenius"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)