Selasa, 02 Jul 2019 17:10 WIB

Beban Psikologi yang Bisa Terjadi Pada Pasangan Incest

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Foto: Pernikahan sedarah warga Sulsel, kakak peristri adik kandung (Dok. Istimewa) Foto: Pernikahan sedarah warga Sulsel, kakak peristri adik kandung (Dok. Istimewa)
Jakarta - Pasangan kakak-adik di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, membuat heboh karena melangsungkan pernikahan. Hal ini terungkap setelah istri sah sang kakak melaporkanya pada polisi atas tuduhan perzinahan.

"Iya telah kami telah terima laporan dari istri dari pria bernama Ansar. Dia dilaporkan atas dugaan perzinahan," kata Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/7/2019).


Menanggapinya, Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Bona Sardo, MPsi, menyebut pernikahan sedarah atau incest sebagai bentuk penyimpangan seksual. Bila dilakukan maka individu terkait dan keturunannya bisa menghadapi beberapa beban psikologis.

"Risiko secara psikologi sosial tentu saja akan memperoleh 'hukuman' dari masyarakat. Misalnya digosipkan, didiskriminasi, dan lain-lain," kata Bona kepada detikHealth.

Bona menambahkan ada juga risiko psikopatologi (gangguan kejiwaan) pada keturunan dari pasangan sedarah karena gen resesif.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/kna)