Selasa, 02 Jul 2019 17:41 WIB

Dinkes Karawang Bantah Bocah 7 Tahun Berbobot 97 Kg Gara-gara Disunat

Luthfiana Awaluddin - detikHealth
Satia Putra, bocah berusia 7 tahun di Karawang dengan bobot 97 Kg. (Foto: Luthfiana Awaluddin) Satia Putra, bocah berusia 7 tahun di Karawang dengan bobot 97 Kg. (Foto: Luthfiana Awaluddin)
Karawang - Berat badan Satia Putra, bocah asal Cilamaya, Karawang, dikabarkan naik drastis setelah disunat. Menurut pengakuan ayah kandung, Sarli (50), nafsu makan bocah itu tak terkendali semenjak menjalani operasi sunat empat tahun lalu.

Sarli menduga bocah umur 7 tahun itu kegemukan setelah disunat. "Awalnya (tubuh) anak saya biasa saja, tapi setelah disunat saat berumur tiga tahun, nafsu makannya tambah besar," kata Sarli saat ditemui detik di warung miliknya.

Nurdin Hidayat, Plt Kepala Dinkes Karawang berpendapat, rumor soal nafsu makan meningkat setelah disunat belum terbukti secara ilmiah. "Belum pernah ada penelitian dan literatur yang menyatakan seperti itu. Secara medis belum ada yang menyimpulkan akibat disunat menyebabkan kegemukan," kata PNS yang juga dokter tersebut, Selasa (2/7/2019).

Nurdin menuturkan berdasarkan laporan paramedis puskesmas yang memeriksa Satia, bocah itu kegemukan lantaran pola makan yang berlebihan. "Gaya hidupnya harus dibimbing dan diarahkan. Sebab dia jarang bergerak. Sepanjang hari sering duduk, nonton TV," kata Nurdin.


Resiko Sakit Jantung

Satia bakal ditangani dengan cepat untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Apalagi menurut Nurdin penderita obesitas rentan mengalami sakit jantung.

"Secara teori, jantungnya harus bekerja ekstra. Berdasarkan penelitian, orang gemuk punya resiko penyakit jantung lebih tinggi, meski masih anak kecil," kata Nurdin.

Meski begitu, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Hervin Ramdhani berpendapat lain. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, Satia belum tentu mengalami sakit jantung.

"Resiko kena (sakit jantung) ada, tapi sejauh ini, hampir tidak pernah ditemukan serangan jantung pada anak obesitas," kata Hervin saat ditemui detik usai Health Talk Penanganan Serangan Jantung di Rumah
Sakit Lira Medika Karawang, Selasa (2/7/2019).

Hervin menyatakan, untuk memastikan kondisi jantung Satia, bocah itu harus segera diperiksa. "Penyebab penyakit jantung tidak hanya obesitas, jadi tak bisa berdiri sendiri. Harus dibarengi dengan pemeriksaan lain, misalnya, tingkat kolesterol, seberapa jelek profil lemaknya," tutur Hervin.



Simak Video "Sebelum Dioperasi, Aria Permana Diperiksa di Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)