Selasa, 02 Jul 2019 18:17 WIB

Cegah Incest, Psikolog Imbau Orang Tua Beri Perhatian Penuh pada Anak

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Anak harus tahu hubungan wajar antara kakak-adik. (Foto: Thinkstock) Anak harus tahu hubungan wajar antara kakak-adik. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kabar menggemparkan seorang kakak nekat memperistri adik kandungnya sendiri di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ansar secara diam-diam meminang sang adik di Kalimantan, walau ia sendiri sudah memiliki istri sah.

Pernikahan saudara sekandung atau disebut incest ini menyita banyak perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya Bona Sardo, psikolog dari Universitas Indonesia, yang mengimbau bahwa orang tua perlu memberi perhatian pada anak secara penuh untuk mencegah perilaku incest.


"Orangtua perlu memiliki pola pengasuhan autoritative, yaitu memberi perhatian pada anak secara penuh tapi juga memberi kebebasan yang bertanggung jawab," jelasnya saat dihubungi detikHealth, Selasa (2/7/2019).

Selain itu, lanjutnya, memberi kedekatan emosional yang cukup pada anak juga penting. Hal ini dilakukan agar anak merasa dipahami dan mengenali emosi-emosi dan cara mengekspresikannya secara tepat.

"Dengan pola asuh tersebut tentu anak jg akan belajar arti kewajaran yg benar dalam hubungan di keluarga, khususnya antara kakak-adik. Karena gaya pengasuhan dan value di dalam tiap keluarga kan bisa beda-beda," imbuhnya.

Incest dikenal meningkatkan banyak risiko kesehatan, misalnya kelainan darah seperti talasemia dan hemofilia, albinisme dan mikrosefali. Bona juga menyebut pasangan incest bisa risiko secara psikologi sosial, yakni memperoleh 'hukuman' dari masyarakat. Misalnya digosipkan, didiskriminasi, dan lain-lain.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)