Kamis, 04 Jul 2019 16:34 WIB

5 Kekeliruan Pakai Celana Dalam yang Sering Tidak Disadari

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi celana dalam. Foto: thinkstock Ilustrasi celana dalam. Foto: thinkstock
Jakarta - Celana dalam adalah pakaian yang pasti dikenakan setiap hari. Meskipun tidak terlihat, bukan berarti bisa disepelekan begitu saja. Karena berkaitan langsung dengan kesehatan organ intim.

Sayangnya, ada beberapa kekeliruan yang kerap dilakukan soal memakai celana dalam. Mulai dari pilihan bahan hingga cara mencucinya.

Berikut lima kekeliruan yang kerap dilakukan saat memakai celana dalam dirangkum dari beberapa sumber.



1. Tidak memilih bahan katun

Kekeliruan yang pertama adalah memilih bahan celana dalam. Usahakan pilih bahan katun, meskipun tidak terlihat seksi namun yang paling sehat karena dapat menyerap keringat dengan baik.

"Selama celana dalam memiliki lapisan katun di mana area vagina berada, kamu akan baik-baik saja," kata Raquel B. Dardik, MD dari Departemen Obstetri dan Ginekologi di NYU Langone Medical Center.

2. Terlalu ketat

Memakai celana dalam yang cukup ketat membuat nyaman, terutama pada wanita yang tengah mengalami menstruasi. Sayangnya, memakan celana dalam terlalu ketat bisa menyebabkan iritasi atau peradangan di daerah organ intim.

Mengenakan celana dalam yang agak longgar memberikan sedikit udara untuk organ intim 'bernapas'. Sehingga Miss V tidak lembab dan tidak ditinggali infeksi jamur yang berbahaya bagi kesehatannya.



3. Memakainya saat tidur

Mungkin tidak memakai bra saat tidur sudah kita ketahui manfaatnya untuk kesehatan payudara. Tidak ada bedanya dengan mengenakan celana dalam. Tidak memakai celana dalam saat tidur juga ternyata baik bagi kesehatan organ intim.

"Membiarkan daerah itu (daerah organ intim -red) untuk mendapatkan udara membantu membuatnya tetap kering dan bersih," kata Nancy Herta, MD, obgyn dari Michigan State University.

4. Salah memilih sabun cuci

Selain kekeliruan dalam memakai celana dalam, memilih sabun cuci juga bisa harus diperhatikan. Menurut pakar kesehatan Donnica Moore, MD, merekomendasikan untuk memilih deterjen Hypoallergenic, yaitu meminimalisir terjadinya alergi karena berkaitan langsung dengan kulit vagina. Atau setidaknya gunakanlah deterjen yang tidak mengandung parfum.

"Banyak deterjen yang memiliki konsentrasi parfum sangat tinggi di dalamnya," imbuhnya.

5. Tidak ganti saat berkeringat

Jangan malas untuk ganti celana dalam ya! Terutama saat kamu berkeringat, misalnya setelah berolahraga. Menurut pakar kesehatan Jen Gunter, MD, itu dapat memicu terjadinya gatal di daerah organ intim.

Hal ini juga berlaku apabila kamu memiliki masalah inkontinensia urine, di mana tanpa disadari urine keluar meski hanya setetes. Menurut Donnica Moore, MD, tetesan urine ini juga bisa menjadi sarang bakteri apabila kamu tidak segera mengganti celana dalam.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/fds)