Jumat, 05 Jul 2019 11:31 WIB

Masyarakat Percaya Testimoni, Alasan Hoax Kesehatan Masih 'Diminati'

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah/detikcom Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah/detikcom
Jakarta - Dalam satu hari, kita bisa terpapar hoax lebih dari sekali. Hoax kesehatan merupakan satu diantara banyak berita menyesatkan yang tersebar luas dan seringnya ditemukan pada aplikasi chatting Whatsapp.

Hoax kesehatan kerap kali bermuat mengenai cara menyembuhkan penyakit dengan cepat hanya dengan bermodalkan bahan-bahan sederhana sehingga tak perlu lagi mengunjungi dokter. Terlebih, seringkali hoax kesehatan diikuti kata-kata manis yang bernada membujuk sehingga banyak sekali masyarakat awam terperdaya padanya.

"Jadi gini, segala sesuatu harus berbasis evidence. Apapun yang kita kerjakan harus berbasis bukti dan riset juga penelitian. Jadi kita nggak bisa bilang sesuatu berdasarkan 'kata orang' atau testimoni," sebut spesialis penyakit dalam geriatri dari RS Ciptomangunkusumo, Prof dr Siti Setiati, SpPD, KGER, MEpid kepada detikHealth belum lama ini.

Hoax kesehatan memang seringnya berisi testimoni yang membuat masyarakat teryakinkan karena menganggap sudah adanya bukti kuat mengenai mereka yang 'sembuh' setelah melakukan hal-hal yang biasanya diluar nalar atau akal sehat. Sayangnya, testimoni menyesatkan itu malah membuat masyarakat makin ramai untuk menyebarluaskan hoax kesehatan.



"Nah susahnya kita di Indonesia ini, testimoni bukan main tuh terus dijual kemana-mana kan. Dipromosiin di WA, FB, padahal nggak ada evidencenya jadi nggak bener," tambahnya.

Memang ada baiknya untuk cek dan ricek kebenaran suatu berita sebelum akan menyebarluaskannya kepada khalayak. Praktisi Teknologi Sektor Publik, Tony Seno Hartono bahkan berujar masyarakat Indonesia memang belum bisa membedakan mana berita hoax dan benar. Sehingga ada baiknya untuk melihat sumber berita, apakah kredibel atau tidak.

"Kita harus mencari informasi dari sumber terpercaya seperti dari media besar atau yang khusus menangangi kesehatan. Jangan ambil dari blog atau media sosial," pungkas Seno.



Simak Video "Pesan Berantai soal Pasien BPJS Kesehatan Darurat Dipastikan Hoaks"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)