"Bahaya banget, orang kita kan rata-rata belum semuanya paham dan mudah sekali dipengaruhi. akibatnya ya mereka melakukan hal-hal yang tidak benar," kata spesialis penyakit dalam geriatri dari RS Ciptomangunkusumo, Prof dr Siti Setiati, SpPD, KGER, MEpid kepada detikHealth belum lama ini.
Salah satu akibat fatal dari mempercayai hoax medis yakni risiko kesehatan pasien akan memburuk dengan sangat cepat. Sehingga terkadang sudah tidak bisa ditangani lagi bahkan dengan dokter spesialis sekalipun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya dulu ada hoax mengenai kanker yang bisa diobati pakai jaket, akibatnya bukan makin bagus malah merusak kankernya. Tadinya derajat 1 malah jadi derajat 4," tambahnya.
Sayangnya lagi, hoax medis pun banyak dipercaya bahkan oleh mereka yang berpendidikan sekalipun. Ini diakibatkan karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai info kesehatan yang benar.
"Bahkan dia S3 sekalipun, tapi karena dia tidak ngerti soal kesehatan, dia dengar bisa menyembuhkan dia pakai. Orang akhirnya mengalami kankernya makin menjadi malah tambah berat," pungkasnya.










































