Minggu, 07 Jul 2019 16:33 WIB

Mengenang Sutopo, Ini Beberapa Pesan yang Pernah Disampaikan Selama Hidup

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Rosmha Widiyani/detikHealth Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Foto: Rosmha Widiyani/detikHealth
Jakarta - Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho telah berpulang pada Minggu (7/7/2019) di Guangzhou, China. Selama hidupnya, Sutopo dikenal sebagai pribadi pekerja keras yang tidak menyerah melawan kanker paru-paru.

DetikHealth sempat mewawancarai Sutopo selama perjuangannya, tanpa melupakan tugas menyampaikan kabar bencana kepada masyarakat umum. Dalam wawancara tersebut tersirat beberapa pesannya pada semua yang masih diberi kesehatan dan kemampuan fisik serta mental. Berikut petikannya.


1. Jangan pernah menyerah

Sejak dideteksi kanker pada Desember 2017, Sutopo melihat sendiri perkembangan dan dampak penyakit tersebut pada tubuhnya. Dia merasakan saat serangan kanker mengubah tulang punggungnya menjadi skoliosis dari yang awalnya normal, ukuran paru kiri yang menjadi lebih kecil, dan badan yang menjadi sangat kurus.

"Saat ini paru kiri saya mengecil karena memang dulu yang kena di bagian ini. Tapi, saya sering lupa sedang sakit kalau terjadi bencana. Adrenalin saya rasanya naik untuk segera berbagi info. Mau bagaimana lagi, saya jalani saja pengobatan kanker stadium IV B ini," kata Sutopo saat itu.


2. Tetap menjalankan tugas sebaik-baiknya

Kanker memang tak henti menyerang Sutopo hingga tarikan napas terakhir. Namun Sutopo tak menjadikan kanker alasan untuk lalai dari tugas. Dia tetap menyampaikan perkembangan terkini bencana yang terjadi di Indonesia, misal tsunami di Palu-Donggala. Saat itu Sutopo baru selesai melakukan kemoterapi.

"Efek kemoterapi memang tidak langsung, namun rasanya tetap saja tidak enak. Setelah konferensi pers saya langsung pulang ke rumah. Pengalaman ini juga terjadi saat saya cuti namun harus video conference, untuk menjelaskan seputar bencana," ujar Sutopo.


3. Taat menjalani pengobatan

Dampak kemoterapi dan pengobatan lain tidak mudah ditanggung tubuh Sutopo yang makin ringkih. Meski begitu, Sutopo tetap menjalankan saran dokter dengan minum obat, kontrol, dan menepati jadwal terapi. Dia sempat mengunggah foto obat yang harus dikonsumsi setiap hari.

"Inilah obat yang harus saya minum setiap hari. Ada yang murah, ada yang mahal. Semua obat pasti memiliki manfaat dan risiko. Jagalah kesehatan. Sehat itu mahal. Hiduplah dengan gaya hidup sehat. Perbanyak makan sayur, buah, olahraga, berpikir positif," tulis Sutopo dalam unggahannya.


4. Jauhi rokok

Rokok menjadi salah satu faktor risiko kanker paru, serta penyakit lain akibat infeksi atau gaya hidup. Sutopo mengusulkan ada modifikasi pelarangan merokok supaya lebih berdampak pada masyarakat. Menurut Sutopo, pelarangan tersebut harus menyentuh sisi religius warga.

"Orang Indonesia cenderung tidak taat aturan, tapi beda jika dikaitkan dengan keagamaan. Jadi buat saja, "Ya Allah, azablah orang yang merokok," atau, "Ya Allah miskinkan orang yang merokok amin...amin...amin. Padahal merokok lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. Tidak ada yang tambah ganteng atau gagah karena merokok. Sayangnya masih banyak yang ngeyel," kata Sutopo.


5. Olahraga

Sutopo sempat latihan yoga untuk mengatasi skoliosis yang dialaminya selama menjalani pengobatan kanker. Menurutnya, usaha mengurangi rasa sakit akibat nyeri tulang ternyata tidak mudah. Namun berbagai usaha tetap harus dilakukan supaya rasa nyeri bisa berkurang.

"Tulang bengkok atau skolisosis itu ternyata menyakitkan. Belajar yoga saya lakukan agat tubuh lebih nyaman," tulis Sutopo dalam Twitternya.



Video: Ucapan Duka Cita Ria Ricis dan Al Ghazali untuk Sutopo Purwo Nugroho

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Mengenang Sutopo: Kanker, Kucing, dan Raisa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)