Senin, 08 Jul 2019 15:08 WIB

Kenapa Ilmuwan Pakai Kulit Ikan Nila untuk Rekonstruksi Miss V?

Firdaus Anwar - detikHealth
Kulit ikan yang siap pakai bisa disimpan di lemari pendingin. (Foto: REUTERS/Paulo Whitaker) Kulit ikan yang siap pakai bisa disimpan di lemari pendingin. (Foto: REUTERS/Paulo Whitaker)
Jakarta - Pada Bulan Mei 2019 lalu para ahli bedah di Maternidade Escola Assis Chateaubriand, Brasil, untuk pertama kalinya melakukan operasi rekonstruksi vagina dengan memanfaatkan kulit ikan nila. Prosedur dilakukan pada seorang pasien transgender.

Operasi rekonstruksi vagina dengan kulit ikan ini dinilai sukses dengan pasien mengaku puas karena fungsi organ intimnya bisa pulih tanpa komplikasi.


Dr Leonardo Bezerra salah satu ilmuwan yang terlibat dalam proses menjelaskan kulit ikan dipakai agar pasien lebih nyaman. Normalnya seorang pasien akan mendapatkan transplantasi kulit dari area tubuh lain dan hal ini bisa meninggalkan bekas luka yang besar.

Kulit ikan dimanfaatkan dengan cara dibersihkan terlebih dahulu dengan proses radiasi yang membuang bibit penyakit. Kulit ikan kaya akan kolagen ini nantinya akan memiliki warna cerah tanpa sisik dan bau.

Para ahli kemudian membuat cetakan vagina yang diisi kulit ikan di dalamnya. Cetakan tersebut lalu ditanam di dalam tubuh pasien antara kandung kemih dan rektum selama beberapa waktu.

"Pada akhirnya tubuh pasien akan menyerap kulit ikan, menjadi biokompatibel. Kulit ikan juga akan menstimulasi pertumbuhan sel sehingga terbentuk jaringan darah dan saluran baru yang setara dengan vagina biasa," kata Dr Leonardo seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (8/7/2019).

Sebelumnya prosedur transplantasi kulit ikan sudah mulai sering dilakukan pada pasien dengan luka bakar. Ikan nila dipilih karena mudah ditemukan, tahan penyakit, dan kulitnya kuat seperti manusia.

(fds/up)