Senin, 08 Jul 2019 17:30 WIB

Jadi Homoseks karena Penjara Penuh, Mungkinkah? Ini Kata Seksolog

Firdaus Anwar - detikHealth
Penjara penuh disebut mendorong perilaku homoseks. (Foto: Ilustrasi) Penjara penuh disebut mendorong perilaku homoseks. (Foto: Ilustrasi)
Jakarta - Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jawa Barat Liberti Simanjuntak mengungkapkan saat ini lapas-lapas kelebihan kapasitas karena dihuni 23.681 orang warga binaan. Padahal, kapasitasnya hanya 15,658 orang warga binaan.

Menurut Liberti hal ini menjadi penyebab munculnya gejala perilaku homoseksual karena kebutuhan biologis warga binaan yang tak tersalurkan. Terutama bagi warga binaan yang sudah berkeluarga.

"Lapas dan rutan sudah over kapasitas. Ibarat kata, kondisi itu membuat kaki ketemu kaki, kepala ketemu kepala badan ketemu badan. Dampaknya munculnya homoseksualitas (gay) dan lesbian," ujar Liberti di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Senin (8/7/2019).


Menanggapi hal tersebut, seksolog dr Heru H. Oentoeng, M.Repro, SpAnd, dari RS Siloam Kebon Jeruk membenarkan bahwa memang lapas atau penjara penuh bisa saja mendorong perilaku homoseksual. Namun demikian, bukan berarti setiap orang yang masuk penjara keluarnya akan jadi homoseksual.

"Kalau kita ngomong penyebab homoseksual, memang ada salah satunya adalah peer group atau lingkungan dekat. Jadi kalau lingkungannya mendorong untuk aktivitas itu istilahnya ya udahlah kejadian," kata dr Heru kepada detikHealth.

"Apakah nanti itu akan keterusan bablas jadi homoseks? Itu belum tentu juga. Tidak selalu orang yang melakukan setelah keluar dari penjara homoseks. Dia seperti itu karena situasi," lanjutnya.

Liberti sendiri mengaku tengah berusaha mencari solusi untuk mengatasi kelebihan kapasitas di lapas. Terutama bagi warga binaan kasus narkoba yang jumlahnya paling besar atau mencapai 60 persen.

"Jadi ini tantangan ke depan, bahwa mana yang seharusnya (kasus narkoba) masuk ke lapas, mana yang harus direhabilitasi. Supaya tidak menimbulkan over crowded seperti yang saya sebutkan tadi," ujar Liberti.



Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)
News Feed