Senin, 08 Jul 2019 18:46 WIB

Almarhum Sutopo PN Juga Punya Skoliosis, Begini Kaitannya dengan Kanker Paru

Kintan Nabila - detikHealth
Sutopo mengunggah foto rontgen yang menunjukkan dirinya mengidap skoliosis. (Foto: instagram Sutopo PN) Sutopo mengunggah foto rontgen yang menunjukkan dirinya mengidap skoliosis. (Foto: instagram Sutopo PN)
Jakarta - Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal karena kanker paru yang diidapnya sejak Desember 2017 silam. Ia pun menghembuskan napas terakhir pada Minggu (7/7) lalu.

Sebelumnya pada Maret lalu, Sutopo sempat mengaku bahwa ia juga mengalami skoliosis. Tulang punggung yang menjadi serupa huruf S atau C ini, mulai dialami almarhum Sutopo saat menjalani pengobatan kanker paru stadium IV.

Namun menurut dokter spesialis paru dari Omni Hospital Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP, kanker paru dan skoliosis sebenarnya tidak berhubungan satu sama lain.

"Skoliosis tidak ada hubungannya dengan kanker paru-paru. Skoliosis dan kanker paru-paru adalah dua hal yang bebeda," ujarnya kepada detikHealth, Senin (8/7/2019).


dr Frans menambahkan, bisa jadi skoliosis yang dialami seseorang yang mengidap kanker paru adalah karena faktor genetik. Skoliosis membutuhkan perawatan yang serius, karena jika terlambat diterapi maka tulang belakangnya akan memburuk.

Selain itu, dr Frans juga mengatakan bahwa bisa jadi kanker paru yang sudah menyebar ke tulang belakang memperparah skoliosis. Skoliosis biasanya dideteksi pada kemiringan 10 derajat atau lebih. Meski demikian jika kelengkungan mencapai 25-30 derajat perlu diwaspadai.

"Untuk kasus Pak Sutopo ini skoliosis terjadi karena kankernya sudah menyebar hingga terjadi pembengkokan tulang belakang," tutur dr Frans.



Simak Video "Eksklusif! Perjuangan Sutopo Melawan Kanker Paru Stadium 4B"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)