Sebelumnya pada Maret lalu, Sutopo sempat mengaku bahwa ia juga mengalami skoliosis. Tulang punggung yang menjadi serupa huruf S atau C ini, mulai dialami almarhum Sutopo saat menjalani pengobatan kanker paru stadium IV.
Namun menurut dokter spesialis paru dari Omni Hospital Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP, kanker paru dan skoliosis sebenarnya tidak berhubungan satu sama lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Frans menambahkan, bisa jadi skoliosis yang dialami seseorang yang mengidap kanker paru adalah karena faktor genetik. Skoliosis membutuhkan perawatan yang serius, karena jika terlambat diterapi maka tulang belakangnya akan memburuk.
Selain itu, dr Frans juga mengatakan bahwa bisa jadi kanker paru yang sudah menyebar ke tulang belakang memperparah skoliosis. Skoliosis biasanya dideteksi pada kemiringan 10 derajat atau lebih. Meski demikian jika kelengkungan mencapai 25-30 derajat perlu diwaspadai.
"Untuk kasus Pak Sutopo ini skoliosis terjadi karena kankernya sudah menyebar hingga terjadi pembengkokan tulang belakang," tutur dr Frans.
(wdw/up)











































