Selasa, 09 Jul 2019 17:00 WIB

Jangkiti Warga Medan, Kenali Bedanya Flu Singapura dengan Flu Biasa

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Flu Singapura. Foto: JKN Sarawak Flu Singapura. Foto: JKN Sarawak
Jakarta - Flu Singapura dikabarkan telah merebak hingga Medan setelah diketahui beberapa anak terjangkit penyakit ini. Termasuk anak Yoyo (38), warga Kecamatan Medan Johor, yang terserang virus flu tersebut pekan lalu dan masih dalam perawatan hingga hari ini.

"Dibawa berobat ke dokter praktik di rumah sakit. Katanya flu singapura. Saat ini dirawat di rumah saja, sudah mulai membaik. Ada diberi vitamin juga," kata Yoyo kepada wartawan di Medan, Selasa (9/7/2019).

Walau disebut 'flu', namun flu singapura sama sekali berbeda dengan flu biasa yang kita kenal. Flu Singapura lebih sering menyerang anak-anak, dan menurut dr Marissa TS Pudjiadi, SpA beberapa waktu lalu, gejala flu Singapura sangat berbeda.

"Yang pertama, bisa dilihat kalau flu Singapura itu bukan flu yang gejalanya berupa batuk dan pilek, layaknya flu biasa. Meski terkadang ada anak yang batuk dan pilek saat flu Singapura, namun itu bukanlah gejala utamanya," paparnya kepada detikHealth.


Dokter yang berpraktik di RS Premier Jatinegara ini menyebut gejala utama flu Singapura adalah demam sekitar 38 hingga 39 derajat celsius dan disertai dengan munculnya bintik atau bercak-bercak merah pada tangan dan kaki anak.

Senada dengan yang diungkapkan dr Marissa, dr I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi atau yang akrab disapa dr Tiwi mengungkapkan umumnya anak yang terkena flu singapura juga menderita sariawan di mulut dan tenggorokannya. Hal inilah salah satu yang paling membedakan flu singapura dengan flu biasa.

"Kalau flu biasa itu kan tidak ada sariawannya, sedangkan flu singapura itu umumnya sariawan. Sariawannya itu bisa di tenggorokan, di sekitar langit atas mulut, di lipatan bibir, atau di bagian mulut lainnya. Bahkan juga bisa terlihat di sekitar mulut luar. Karena juga ada bintik kemerahan di telapak tangan dan kaki, makanya flu singapura ini juga disebut dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD)," jelas dr Tiwi yang melakukan praktiknya di RS Bunda Jakarta.

Gejala pada bayi umumnya ditunjukkan dengan rasa sakit saat menelan atau mengeces, imbuhnya. Semakin besar anak, biasanya gejala yang dialami akan sedikit lebih ringan. Karena inilah terkadang orangtua sering mengabaikan gejala flu Singapura dan membiarkan anak masih sekolah sehingga dapat menularkan pada teman maupun anak-anak lainnya, tandas dr Tiwi



Simak Video "Kopi Bisa Sembuhkan Flu, Hoax atau Fakta Ya?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)