Rabu, 10 Jul 2019 11:35 WIB

Non-Perokok Tapi Meninggal karena Kanker Paru, Dokter Jelaskan Kemungkinannya

Kintan Nabila - detikHealth
Perokok pasif maupun aktif punya risiko yang sama untuk kena kanker paru (Foto: iStock) Perokok pasif maupun aktif punya risiko yang sama untuk kena kanker paru (Foto: iStock)
Jakarta - Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal karena kanker paru baru-baru ini. Penyakit yang satu ini banyak sekali dikaitkan dengan rokok sebagai faktor risikonya.

Sebuah video beredar menampilkan kembali sosok Sutopo semasa hidup, yang mengaku mendapatkan kanker paru karena menjadi perokok pasif. Meski tidak merokok, Sutopo terpapar asap rokok dari lingkungan di sekitarnya. Seberapa besar sih sebenarnya risiko kanker paru pada perokok pasif, samakah dengan perokok aktif?



Dokter spesialis paru dari Omni Hospital Pulomas, dr Frans Abednego Barus, SpP, menjelaskan bahwa perokok pasif maupun aktif sama-sama menghadapi risiko kanker paru.

"Semakin tinggi asap rokok masuk, maka semakin tinggi juga kemungkinan ia bisa kena kanker paru-paru," katanya pada detikHealth, baru-baru ini.

Kanker paru, menurut dr Frans termasuk penyakit mematikan. Peluang sembuh tentu ada, tetapi pasien yang berada pada stadium lanjut berisiko mengalami perburukan yang tak jarang berujung pada kematian.

"Pada stadium dini kemungkinan ada peluang untuk sembuh dengan operasi dan kemoterapi. Untuk stadium lanjut kemungkinannya kecil sekali bahkan tidak ada," ujarnya.



Simak Video "Eksklusif! Perjuangan Sutopo Melawan Kanker Paru Stadium 4B"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)