Kamis, 11 Jul 2019 14:25 WIB

Menteri LHK Sebut Udara Jakarta Tak Sehat, Bisa Berisiko Paru-paru Menua

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Kualitas udara Jakarta yang memburuk bisa menuakan paru-paru kita. Foto: Agung Pambudhy Kualitas udara Jakarta yang memburuk bisa menuakan paru-paru kita. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Kualitas udara di Jakarta kembali menjadi sorotan setelah disinggung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar. Ia menyebut kualitas udara di Jakarta walau masih dalam tahap sedang bisa berisiko bagi bayi dan warga lanjut usia.

"Bilamana menggunakan data gabungan AQMS KLHK dan Pemerintah DKI Jakarta, maka kualitas udara Jakarta berada pada konsentrasi 39,04 μg/Nm3 atau pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif, dalam hal ini bayi dan manula," jelas Siti dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/7/2019).

Jelas akan ada banyak risiko kesehatan yang bisa terjadi apabila kualitas udara memburuk. Polusi udara umumnya jadi penyebab utama, dan menurut sebuah studi yang dilakukan di Inggris menyebutkan polusi udara bisa membuat paru-paru kita menua hingga dua tahun.

Studi ini juga menyebut paparan polusi akibat udara buangan dan limbah pabrik bisa meningkatkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). PPOK merupakan kondisi yang tak bisa disembuhkan, terjadi saat paru-paru meradang, rusak dan menyempit.


Dilaporkan Daily Mail, pengidap PPOK bisa kesulitan bernapas, berisiko terkena infeksi dada dan bahkan batuk berdarah. Pemimpin studi tersebut, Profesor Anna Hansell dari UK Centre for Environmental Health and Sustainability menyebutkan cukup mengejutkan bahwa sedikit studi yang mengkaji bagaimana polusi udara berdampak pada kesehatan paru-paru.

Pada studi ini, para peneliti menganalisis serangkaian polutan termasuk nitrogen dioksida (NO2) dan partikel kecil yang disebut PM10 dan PM2.5 yang dilepaskan dari asap knalpot dan asap buangan pabrik. Semua polutan tersebut bisa masuk ke paru-paru dan aliran darah lewat hidung.

Hasil menunjukkan bahwa rata-rata tiap tahun ada peningkatan lima mikrogram per meter kubik dari PM2.5 di udara, penurunan fungsi paru-paru mirip seperti penuaan selama dua tahun.

Ditambahkan oleh Profesor Tobias Welte, presiden dari European Respiratory Society, bahwa penemuan ini mengingatkan kembali bahwa paparan polusi udara benar-benar membahayakan kesehatan manusia. Yakni dengan mengurangi harapan hidup dan membuat warga makin rentan terserang penyakit paru kronis.

"Akses terhadap udara bersih adalah kebutuhan fundamental dan hal semua warga. Bernapas merupakan fungsi manusia yang paling dasar untuk bertahan hidup, maka dari itu kita harus terus lanjut untuk memperjuangkan hak kita untuk menghirup udara bersih," pungkasnya.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)