Jumat, 12 Jul 2019 18:01 WIB

Rekayasa Hormon untuk Tunda Haid Saat Naik Haji, Amankah?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi menstruasi bisa ditunda dengan obat hormonal. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi menstruasi bisa ditunda dengan obat hormonal. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Musim haji sudah dimulai. Para jemaah pasti tidak ingin ada halangan saat melakukan ibadah di Tanah Suci. Namun bagi jemaah wanita, menstruasi menjadi suatu masalah karena bisa menyebabkan rangkaian ibadah haji tidak lengkap.

Untuk menyiasatinya, masalah menstruasi ini dikendalikan dengan rekayasa hormonal, yakni mengonsumsi obat hormon guna menunda datangnya waktu menstruasi. Amankah menunda menstruasi dengan obat-obatan?

Dokter spesialis Obstetri-Ginekologi, dr Dinda Derdameisya, SpOG mengatakan bahwa prosedur itu aman-aman saja dilakukan, namun tetap harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.



"Haji atau umroh kan nggak lama, paling lama 40 hari. Selama pemakaiannya terpantau dan dipakai sesuai petunjuk dokter," ujarnya kepada detikHealth, Jumat (12/7/2019).

dr Dinda menjelaskan, obat hormonal ini berfungsi untuk menjaga kadar hormon tetap tinggi sehingga bisa menunda datangnya menstruasi. Jika kadar hormon rendah, maka menstruasi pun datang.

Obat hormonal semacam ini disebut dr Dinda hanya bisa untuk menunda menstruasi, namun tidak bisa mempercepat siklusnya.

"Mempercepat nggak bisa, karena ini membutuhkan paling tidak satu minggu untuk efeknya," tandasnya.



Simak Video "NGOBS KUY! Ciri-ciri Cewek PMS"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)