Minggu, 14 Jul 2019 19:31 WIB

Tak Disarankan Ikut Bayi Tabung untuk Dapat Anak Kembar, Kenali Risikonya

Kintan Nabila - detikHealth
Bayi tabung bisa meningkatkan peluang mendapat anak kembar, tetapi dokter tidak menganjurkan (Foto: iStock) Bayi tabung bisa meningkatkan peluang mendapat anak kembar, tetapi dokter tidak menganjurkan (Foto: iStock)
Jakarta - Teknologi bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) memungkinkan seseorang untuk merencanakan anak kembar. Namun demikian, dokter tidak menyarankan karena banyak risikonya.

"Kita tidak merekomendasikan kembar. Karena dengan hamil kembar, resiko untuk terjadinya keguguran, prematur, dan komplikasi kehamilan meningkat," ujar praktisi pembuahan berbantu, dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG.

Lewat bayi tabung, sel telur diambil dari ovarium lalu dibuahi dengan sperma di luar rahim. Setelah terbentuk embrio, maka akan kembali ditanam ke dalam rahim.



Teknologi ini juga memungkinkan untuk meningkatkan peluang mendapat anak kembar. Normalnya, peluang mendapat bayi kembar hanya dipengaruhi oleh fenetik dan keturunan.

Namun demikian, dr Ivan menegaskan bahwa tujuan utama melakukan program bayi tabung adalah untuk mengatasi kesulitan punya keturunan. Ada banyak risiko yang dihadapi bila memaksakan diri hamil kembar, terlebih pada usia yang sudah tidak muda lagi.

"Saya tekankan bahwa, upaya hamil program bayi tabung untuk mengobati pasangan yang kesulitan punya anak. Bukan untuk mengejar bayi kembar," kata dr Ivan.



Simak Video "Penjelasan Ahli Soal Mitos Seputar Bayi Tabung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)