Senin, 15 Jul 2019 17:58 WIB

Rokok Penyumbang Utama Kemiskinan RI Menurut BPS, Ini Komentar WHO

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kawasan bebas rokok di Jakarta Utara (Foto: Pradita Utama) Kawasan bebas rokok di Jakarta Utara (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Meski angka kemiskinan di Indonesia menurun, tapi jumlahnya masih berkisar di angka 25,14 juta orang dan menjadi perhatian besar bagi pemerintah. Sayangnya, salah satu penyebab kemiskinan di Indonesia adalah kebiasaan merokok masyarakat di Indonesia yang masih cukup besar. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan harga rokok memiliki andil terhadap kemiskinan 11,38 persen di pedesaan dan di perkotaan 12,22 persen.

"Rokok ini terus naik, inflasi dari rokok ini naik. Rokok naik kok nggak ada yang complain ya. Pelan-pelan ini naik kontribusi rokoknya meningkat di kota 12,22% di desa 11,36% kalau dibandingkan posisi Maret dan September," kata Suhariyanto kepada detikcom.

Meski harga rokok kian naik, Senior Advisor on Gender and Youth dari World Health Organization (WHO), Diah Saminarsih, mengatakan angka tersebut sayangnya tidak berpengaruh terhadap konsumsi rokok di kaum muda. Terlihat dari data jumlah perokok yang makin meningkat di usia produktif.

"Jadi concern saya lebih ke kualitas generasi muda kita dan nantinya kualitas populasi kita seperti apa kalau misal rokok sudah jelas-jelas nggak sehat tapi konsumsinya meningkat. Kemudian usia perokok juga makin lama makin muda," kata Diah saat dijumpai detikHealth di Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).



Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya platfotm Youth Town Hall yang digagas oleh WHO menjadi sarana bagi generasi muda yang punya perhatian besar terhadap kesehatan untuk membantu pemerintah dalam mengedukasi teman sebayanya agar tidak terjerumus pada perilaku hidup tidak sehat.

"Jadi adanya youth town hall ini kita bisa mengumpulkan anak-anak muda yang punya concern dan menggiring mereka ke arah yang lebih positif sehingga kalau ada awarness mengenai kesehatan, mereka bisa menahan diri untuk kemudian nggak mau lagi konsumsi yang jelek-jelek seperti rokok dan alkohol juga," pungkas Diah.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)