Senin, 15 Jul 2019 19:40 WIB

Siswa SMA Taruna Meninggal, Menkes Komentari Tradisi Pelonco di Sekolah

Rosmha Widiyani - detikHealth
Perpeloncoan di sekolah kerap diwarnai kekerasan fisik maupun mental (Foto: thinkstock) Perpeloncoan di sekolah kerap diwarnai kekerasan fisik maupun mental (Foto: thinkstock)
Jakarta - Masa Orientasi Siswa (MOS) di tingkat SMA kembali menelan korban jiwa. Dikutip dari detikcom, nasib tragis menimpa Delwyn Berli yang berusia 14 tahun dari SMA Taruna Indonesia. Dia dijemput keluarganya dalam kondisi meninggal setelah MOS di sekolah tersebut.

Hasil pemeriksaan tim forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel melalui dr Indra Sakti Nasution menyebutkan, banyak luka di tubuh korban. Pemeriksaan yang dilakukan atas permintaan keluarga juga menemukan pendarahan di bagian kepala dan dada korban.



Menanggapi hal tersebut, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengingatkan pelonco bukan metode MOS ideal. Kekerasan yang bisa mengganggu kesehatan fisik dan mental korban bukan cara memperkenalkan sekolah atau menegur yang baik.

"Kepala sekolah harusnya ikut ngawasin. Sebelum MOS harusnya anak-anak diberi peringatan, jangan sampai melakukan kekerasan yang berisiko bagi kesehatan korban," kata Nila.

Menurut Nila pasti ada cara yang lebih baik saat melakukan MOS, meski tidak dijelaskan secara detail. Tanpa kekerasan fisik dan mental, MOS bisa menjadi agenda yang tidak sampai menelan korban. Nila berharap hal serupa tidak lagi terulang di sekolah lain.



Simak Video "Kampanye Positif Tingkatkan Kepedulian dan Pemahaman Soal Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)