Selasa, 16 Jul 2019 11:32 WIB

Para Calon Haji, Yuk Olahraga Ringan Dulu Sebelum Berangkat

Ardhi Suryadhi - detikHealth
Para calon haji harus mempersiapkan fisiknya sebelum berangkat haji. (Foto: Ardhi Suryadhi) Para calon haji harus mempersiapkan fisiknya sebelum berangkat haji. (Foto: Ardhi Suryadhi)
Jakarta - Ibadah haji sebagian besar merupakan ibadah fisik. Jadi jika tubuh tak dipersiapkan dengan baik, bisa-bisa bakal kaget ketika nanti beraktivitas di Tanah Suci.

Menurut dr Lucky S. Widyakusuma, SpOG, idealnya jamaah perlu waktu tiga bulan untuk mempersiapkan fisik sebelum berangkat haji. Olahraga yang dianjurkan pun yang sederhana saja, semisal jalan pagi, renang hingga bersepeda.

"Namun kalau sekarang sudah telat (berolahraga), ya tetap harus disempatkan. Jadi sebelum keberangkatan haji ini dibiasakan. Karena kalau sudah sampai sana sudah langsung beraktivitas dan banyak jalan. Gak ada waktu istirahat, karena ibadah haji itu 75 persennya merupakan ibadah fisik," jelas dr Lucky saat berbincang dengan detikcom di sela manasik jamaah calon haji 2019 Maktour.


Dari pengalamannya mendampingi jamaah haji Indonesia, dr Lucky melihat kerap kali banyak yang kaget ketika sampai di Saudi. Untuk itu olahraga menjadi hal penting di sini. Kemudian asupan makanan dan minum yang cukup juga harus diperhatikan.

"Sedangkan istirahat itu relatif, karena di musim haji seperti ini istirahat itu justru biasanya berkurang," lanjutnya.

Dan hal penting lainnya adalah, umumnya para jamaah calon haji ini sudah berumur di atas 40 tahun. Ini merupakan fase dimana penyakit-penyakit sudah mulai menampakan diri. Ada yang kencing manis, darah tinggi, sakit ginjal, asam urat, rematik.

"Nah, ketika sudah divonis dengan penyakit-penyakit tersebut maka jamaah juga harus teratur minum obatnya, jangan malah tidak diminum. Karena di tanah Suci nanti selain suhu yang panas, manusia yang banyak, kemudian pola makan berbeda, istirahat kurang, jadi kita harus siap benar-benar secara fisik dan psikis," lanjut dr Lucky.

Pencegahan lainnya yang secara pasif bisa dilakukan para jamaah adalah dengan vaksinasi. Paling standar meningitis dan Influenza. Sebenarnya ada satu lagi, yakni vaksin pneumonia khusus untuk paru tapi itu memang tidak umum. Vaksin ini dianjurkan untuk para lansia lantaran daya tahan tubuhnya lebih rentan untuk terkena penyakit.


"Tapi kalau dua itu (meningitis dan influenza-red.) saja sudah cukup. Meski begitu dengan sudah vaksin influenza juga tidak menjamin kita gak bakal kena penyakit influenza di sana, karena virusnya itu banyak sekali, namun ketika kita kena setelah divaksinasi itu harusnya tidak akan parah banget," jelasnya.

"Terus juga karena panas, maka minum harus cukup. Dan gak perlu keluar jalan lah kalau memang gak perlu, membatasi gerak. dan saat keluar masuk jam solat itu kan penuh manusia, jadi kalau bisa menggunakan masker," pungkasnya.

Simak Video "Tips Olahraga untuk Pemula ala Cinta Laura"
[Gambas:Video 20detik]
(ash/fds)