Rabu, 17 Jul 2019 08:37 WIB

Round Up

Ketika Baby Blues Berujung Istri Bacok Suami di Sukabumi

Firdaus Anwar - detikHealth
Aminah yang membacok suaminya mengalami depresi berat akibat baby blues. (Foto: Istimewa) Aminah yang membacok suaminya mengalami depresi berat akibat baby blues. (Foto: Istimewa)
Jakarta - Aminah (43) perempuan asal Kampung Ciherang, Desa Gunung Malang, Sukabumi, Jawa Barat, baru saja melahirkan anak ketiganya dua bulan lalu. Momen yang seharusnya mengundang kebahagiaan tersebut berubah ketika Aminah dibutakan oleh amarah membacok suami, Maman (47).

Menurut pengakuannya Aminah kesal karena kerap diminta berhubungan badan. Pemeriksaan kejiwaan oleh tim medis dari RSUD Mekarwangi menyebut kalau Aminah mengalami depresi berat yang disebabkan oleh baby blues.

Psikolog keluarga Nuzulia Rahma menjelaskan kalau baby blues sebetulnya adalah kondisi yang bisa dialami hampir 80 persen wanita usai melahirkan. Ini terjadi bisa karena faktor perubahan hormon, obat-obatan, kelelahan, trauma, hingga kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar.

Namun demikian ditegaskan oleh Nuzulia kalau baby blues tidak sampai mendorong seorang ibu untuk melukai dirinya sendiri ataupun orang lain. Hal tersebut bisa jadi dipicu oleh kondisi lain yaitu depresi pascamelahirkan ataupun psikosis pascamelahirkan.


"Kalau baby blues kan rasanya mengharu biru, ada kelelahan, tapi dia akan sembuh sendiri. Tapi depresi dia berlangsung terus-menerus ada rasa tidak berdaya, menyalahkan diri, hilang minat terhadap hobi, ada yang sampai melukai tapi bukan membunuh. Kalau psikosis dia memang berniat membunuh karena halusinasi," papar Nuzulia pada detikHealth dan ditulis Rabu (17/7/2019).

Menurut Nuzulia bila ada anggota keluarga yang menunjukkan ciri-ciri tersebut maka kita harus bisa memberikan dukungan yang dibutuhkan. Tujuannya agar baby blues cepat reda dan menghindari kondisi lebih serius seperti depresi atau psikosis pascamelahirkan.

"Support. Pertama bantu hal ringan rumah, bergantian jaga anak. (Suami -red) banyak memeluk, mendengarkan keluhan istrinya bingung dan lain-lain," kata Nuzulia.

"Dari lingkungannya juga jangan banyak mengkritik. Menerima kritik itu sulit bagi ibu yang mengalami kelelahan. Kalau ibu merasa berjuang sendirian bisa bikin drop," pungkasnya.

Kasus Aminah sendiri kini dikawal oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi. Ketua P2TP2A Sukabumi Yani Marwan menjelaskan baby blues saat ini masih terdengar asing di masyarakat, oleh karena itu pihaknya akan melakukan pembelajaran kepada kaum ibu dan masyarakat Sukabumi.

"Ibu yang sedang hamil, ibu yang melahirkan apalagi pasca melahirkan kondisinya akan labil. Perlu adanya dukungan yang pertama dari orang terdekat terutama dari suami, itu akan memberi efek luar biasa bagi si ibu. Suami dituntut harus mengerti banget apa sih yang dibutuhkan oleh istrinya," ujar Yani.



Ketika Baby Blues Berujung Istri Bacok Suami di Sukabumi


Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)