Rabu, 17 Jul 2019 08:55 WIB

Bolehkah Anak Usia SD Melakukan Suntik Filler?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Tren suntik filler disebut sudah sampai ke anak-anak. (Foto: Thinkstock) Tren suntik filler disebut sudah sampai ke anak-anak. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Tren filler bisa jadi digemari oleh orang-orang dewasa dengan alasan kecantikan. Namun bolehkah suntik filler dilakukan pada anak yang masih duduk di bangku SD? Berapa batasan usia seseorang diperbolehkan untuk melakukan prosedur tersebut?

Menjawabnya, dr Dikky Prawiratama, SpKK, ahli dermatologi dari Erha Derma Center Yogyakarta selalu mengedepankan bahwa sebaiknya mulai usia 17 tahun ke atas. dr Dikky beralasan bahwa dalam dunia kedokteran, usia tersebut merupakan usia di mana seseorang sudah matang dan paham serta bisa memutuskan atas tubuhnya sendiri.

dr Dikky juga mengisahkan pernah mendapat pasien berusia 12 tahun atau setara dengan usia anak SD. Seharusnya, anak-anak seusia tersebut belum boleh melakukan injeksi filler karena wajah dan tubuhnya masih dalam perkembangan.

"Dia datang dengan ibunya, karena dia modeling gitu pengen dibikin mancung. Tapi sama dokter bedah plastiknya ditolak untuk melakukan operasi karena kan masih berkembang. Jadi kalau saya menyarankan sih 17 tahun ke atas baru kita bisa melakukan tindakan-tindakan semi invasif seperti ini. Anak jaman sekarang pressure social medianya so hard gitu," tuturnya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).


Bukan hanya sekali, namun beberapa kali dr Dikky mendapati fenomena tersebut. Ia mengatakan bahwa besar kemungkinan fenomena tersebut didasari oleh faktor tekanan media sosial dan juga bullying yang terjadi di lingkungannya, ditambah tekanan dari orang tua.

"Kadang jadi bocahnya sendiri itu baik-baik aja. Tapi karena orang lain sebetulnya dia merasa dia harus diubah wajahnya. Kalau saya personally sih akan menolak ya, akan saya edukasi dulu, akan saya ajak rujuk ke psikiater karena sebetulnya yang harus diubah adalah mindset, bukan wajahnya," lanjutnya.

Di klinik tempatnya berpraktik, ia menyebut hampir tiap minggu fenomena ini terjadi dan jumlahnya terus bertambah. Belum lagi rata-rata anak seusia SD sudah memiliki ponsel, di mana mereka bisa mengakses YouTube yang menampilkan para beauty vlogger yang sangat cantik, atau beberapa figur terkenal di media sosial.

"Ini suatu fenomena. Kita bisa lihat kan anak SD jaman sekarang kan pasti udah punya HP kan. Mereka lihat di youtube itu beauty-beauty blogger, mereka cantik-cantik, hidungnya mancung, dagunya lancip. Mungkin mereka jadi pengen jadi seperti itu. Padahal kan anak-anak harusnya menikmati jadi anak-anak," tandasnya.



Bolehkah Anak Usia SD Melakukan Suntik Filler?


Simak Video "Mengapa Operasi Plastik Hasilnya Kadang Tak Memuaskan?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)
News Feed