Kamis, 18 Jul 2019 13:16 WIB

Mengatasi Stunting dengan Kelor, Belajar dari Kab Sumbawa Barat

Adelia Putri - detikHealth
Daun kelor dianggap kaya nutrisi dan bisa mengatasi masalah gizi (Foto: iStock) Daun kelor dianggap kaya nutrisi dan bisa mengatasi masalah gizi (Foto: iStock)
Jakarta - Kelor atau Merunggai (Moringa oleifera) merupakan bahan pangan yang kaya manfaat dan dapat tumbuh di iklim yang ekstrem. Banyak pula hasil riset menyebut bahwa kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi dan variatif. Sumber pangan lokal ini banyak ditemui di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan agar anak-anak dan balita yang masih dalam masa pertumbuhan untuk mengonsumsi daun kelor karena berkhasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah gizi buruk.

"Daerah kami Sumbawa Barat itu kan tidak mengelola kelor dengan baik, dan tidak benar. Jadi dari kami dalam setahun pasti ada event-event lain untuk mengadakan makan kelor, dan ternyata daun kelor itu ternyata bisa dibuat apa saja seperti puding telur, jajanan kering kelor, minuman kelor, dan teh dari daun kelor. Banyak juga manfaatnya dari daun kelor tersebut," ujar H Tuwuh, S.AP Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa Barat, Rabu (17/07/2019).



Melihat potensi kelor yang tinggi sebagai bahan makanan bergizi, tim Pencerah Nusantara Sumbawa Barat bersama dengan Puskesmas Poto Tano menciptakan inovasi pengolahan makanan berbahan dasar pangan lokal untuk memenuhi intervensi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bayi dan balita di Posyandu.

Melalui Rencana Aksi Pangan dan Gizi Daerah (RAPGD) yang digarap oleh BAPPEDA Kabupaten Sumbawa Barat program Kelorisasi diangkat menjadi program daerah. Beberapa waktu lalu, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, juga mengatakan kelor sangat baik untuk pencegahan stunting.

"Kita tahu daun kelor, saya juga waktu itu pernah ditegur katanya ngurusin stunting atau ngurusin kurang gizi itu dengan daun kelor lho. (Konsumsi) daun kelor dengan kacang hijau," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl Rasuna Said, Senin (12/11/2018).

Bukan hanya dari Dinas Kesehatan, Pemda juga mengajak Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Koperasi, Dinas Pertanian, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten untuk memaksimalkan pemanfaatan kelor.

Kini kelor juga diatur pemanfaatannya dalam Peraturan Daerah tentang program pelestarian kelor lewat gerakan GEMARI KELOR (Gerakan Masyarakat Menanam dan Melestarikan Kelor).



Simak Video "Moms, Kenali Tanda-tanda dan Pencegahan Stunting Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)