Jumat, 19 Jul 2019 11:24 WIB

Polusi Udara di DKI Bukan Pemicu Utama Kanker, Gaya Hidup Lebih Berpengaruh

Widiya Wiyanti - detikHealth
Potret udara DKI Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho Potret udara DKI Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Beberapa waktu lalu, situs penyedia peta polusi udara online, AirVisual menunjukkan bahwa Jakarta memiliki tingkat kualitas udara yang buruk. Polusi di ibu kota ini selalu menjadi perhatian banyak kalangan.

Polusi yang cukup tinggi selalu dikaitkan menjadi penyebab berbagai macam masalah kesehatan, dan salah satunya kanker. Namun Ketua Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, K-HOM mengatakan bahwa polusi tidak berkaitan langsung dengan penyebab kanker.

"Polusi udara di sebuah kota itu tidak berhubungan dengan kanker, lebih berhubungan dengan pernapasan, apa yang disebut dengan PPOM (penyakit paru obstruktif menahun), asma lebih berat. Kanker nggak terlalu (dipengaruhi) kalau polusi udara ya," ujarnya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).



Daripada polusi, menurut Prof Aru, 90 persen penyebab kanker adalah lingkungan yang termasuk gaya hidup, kebiasaan, dan pajanan karsinogenik di dalamnya. Gaya hidup yang tidak sehat, kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat, hingga tidak melakukan olahraga rutin disebutnya bisa memicu kanker.

"Kamu makan bakso kan? Baksonya nggak akan hidup kalau tidak pakai pengawet. Dua hari juga sudah rusak. Jadi yang kita harus lakukan pendidikan terhadap masyarakat," lanjutnya.

Selain berpengaruh pada sistem pernapasan, paparan polusi udara juga bisa meningkatkan kerentanan tubuh terhadap paparan virus, salah satunya TBC (tuberkulosis). Ketika sistem kekebalan tubuh melemah, virus akan mudah masuk dan menyebabkan tubuh menjadi drop. Kerentanan ini membuat infeksi TB bisa menular dan masuk ke tubuh tanpa kita sadari.



Simak Video "Cara Natasha Rizky Lindungi Keluarga dari Polusi"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)