Jumat, 19 Jul 2019 22:07 WIB

Mengenal Kanker Kandung Kemih, Gejala dan Berbagai Penyebabnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Arswendo Atmowiloto mengidap kanker kandung kemih (Foto: CNN Indonesia) Arswendo Atmowiloto mengidap kanker kandung kemih (Foto: CNN Indonesia)
Jakarta - Wartawan senior sekaligus budayawan Arswendo Atmowiloto berpulang di usia 70 tahun. Ia meninggal setelah kurang lebih setahun bergelut dengan kanker kandung kemih.

"Memang sudah sakit lama, sakit kanker kantung kemih dan sudah cukup lama. Sudah setahunan lebih," kata Tiara, anak ketiga Arswendo, seperti dikutip dari detikHOT, Jumat (19/7/2019).

Dikutip dari Mayo Clinic, kanker kandung kemih atau bladder cancer lebih sering ditemukan pria dibanding wanita. Biasanya ditemukan pada pria di usia lanjut, walau sebenarnya bisa menyerang usia berapapun.



Beberapa gejala yang menyertai kanker ini antara lain:

1. Perdarahan pada urine (hematuria)
2. Nyeri saat berkemih
3. Nyeri panggul.

Apabila mengalami hematuria, warna urine tampak merah terang atau seperti cola. Kadang warnanya biasa saja, tetapi ditemukan bercak darah dalam pemeriksaan mikroskopis.

Nyeri punggung dan frekuensi berkemih yang lebih sering juga bisa menyertai kanker kandung kemih. Namun gejala tersebut sering pula menyertai kondisi selain kanker kandung kemih.

Kapan harus periksa ke dokter? Bila mendapati bercak darah pada urine, dianjurkan untuk segera memeriksakan diri.



Berbagai penyebab kanker kandung kemih antara lain:

1. Rokok dan pemakaian tembakau lainnya
2. Paparan bahan kimia berbahaya
3. Paparan radiasi pada terapi kanker sebelumnya
4. Iritasi kronis pada dinding kandung kemih
5. Infeksi parasit

Meski demikian, penyebab pasti kanker kandung kemih tidak selalu bisa dipastikan. Beberapa orang dengan kanker ini tidak memiliki faktor risiko yang jelas.



Ada beberapa jenis kanker kandung kemih:

1. Urothelial carcinoma
Disebut juga transitional cell carcinnoma, terjadi pada sel yang melapisi bagian dalam kandung kemih.

2. Squamous cell carcinoma
Karsinoma sel skuamosa berhubungan dengan iritasi kronis pada kandung kemih. Misalnya karena infeksi atau penggunaan kateter jangka panjang.

3. Adenocarcinoma
Terjadi pada sel yang menghasilkan kelenjar mukus di kandung kemih.



Simak Video "Kenali Metastasis dan Proteksi Dini Tumor Ganas"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)