Jumat, 19 Jul 2019 22:48 WIB

5 Fakta Sabu, Narkoba yang Menjerat Komedian Nunung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Komedian Nunung ditangkap terkait narkoba jenis sabu (Foto: screenshoot video) Komedian Nunung ditangkap terkait narkoba jenis sabu (Foto: screenshoot video)
Jakarta - Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung ditangkap terkait penyalahgunaan sabu. Jenis narkoba yang satu ini cukup sering menjerat kalangan artis dan pejabat.

Nunung ditangkap Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019) sekitar pukul 13.15 WIB. Dalam foto yang beredar, ia memegang selembar kertas hasil pemeriksaan urine dengan hasil positif amphetamin.

Methamphetamine dan amphetamin merupakan dua kandungan utama dalam narkoba jenis sabu. Keduanya memiliki efek stimulansia atau pembangkit stamina dan bisa memicu kecanduan.



Beberapa hal yang perlu diketahui tentang narkoba jenis sabu adalah sebagai berikut:

1. Pembangkit stamina
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan menyebut, Nunung mengonsumsi sabu sejak 5 bulan yang lalu. Ia memakai narkoba ini untuk menjaga stamina dalam bekerja.

2. Berbentuk kristal
Sabu dijual dalam bentuk kristal. Cara pemakaiannya bervariasi, ada yang diisap maupun dilarutkan lalu dimasukkan alat suntik.

3. Sangat adiktif
Jenis narkoba yang satu ini punya sifat adiktif alias memicu kecanduan. Menurut polisi, Nunung bersama suaminya dalam 3 bulan terakhir sudah 10 kali membeli sabu. Nunung ditangkap dengan barang bukti 0,36 gram sabu.



4. Memicu sakau
Efek kecanduan juga memicu gejala putus obat atau withdrawal effect alias sakau ketika pemakaian dihentikan. Beberapa ciri orang yang sedang sakau sabu antara lain mudah marah, mengalami serangan panik dan gelisah. Secara fisik juga mengalami kelelahan ekstrem. Beberapa orang bahkan mengalami hejala psikosis seperti halusinasi.

5. Risiko penyalahgunaan
Kecanduan adalah salah satu risiko penyalahgunaan, dengan gejala sakau bila pemakaian dihentikan. Karena dipasarkan secara ilegal, sulit mengontrol dosis yang tepat sehingga risiko overdosis hingga kematian juga tidak bisa diremehkan.



Simak Video "Flakka, Narkoba yang Bikin Penggunanya Jadi 'Zombie'"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)